banner 728x90

Konfercab DPC PDIP Bojonegoro Ricuh

  • Bagikan

Bojonegoro-harianjatim.com. Suasana Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Bojonegoro yang diselenggarakan di Hotel Empire Palace Surabaya (7/7) sempat memanas. Pengurus PAC tidak menerima rekomendasi tiga nama yang diusulkan oleh DPP PDIP. Bahkan saat acara berlangsung beberapa PAC ricuh dan menyatakan walk out.

Hasil Konfercab yang dibacakan Nusjirwan Sujono dan Ribka Tjiptaning mewakili DPP PDIP Perjuangan menetapkan Abidin Fikri yang saat ini merupakan anggota DPR RI dari Dapil Bojonegoro-Tuban sebagai Ketua Umum, Sekretaris dijabat oleh M Hasan Abrory dan bendahara dijabat oleh Bambang Sutriyono.

Padahal, pada rapat kerja cabang (Rakercab) DPC PDIP Bojonegoro salah satu nama yang diusulkan adalah Budi Irawanto yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bojonegoro. Akibatnya sidang yang dipimpin Go Cong Ping, memanas. Bahkan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari sejumlah kecamatan di Bojonegoro protes.

Sebagai catatan Budi Irawanto saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bojonegoro. Sedangkan Abidin Fikri sebagai anggota DPR RI dari Dapil Bojonegoro-Tuban. Selain itu, Abidin Fikri pernah menjabat sebagai plt Ketua DPC PDIP Bojonegoro dan menggantikan sementara waktu Budi Irawanto—Ketua DPC PDIP Bojonegoro ketika itu—yang maju menjadi calon wakil Bupati Bojonegoro pada 27 Juni 2018 silam.

Sekretaris DPC PDIP Bojonegoro Donny Bayu Setiawan mengatakan, hingga saat ini Konfercabsus di Surabaya belum ada hasilnya. Karenanya untuk sementara sidang diskors dan dilanjutkan di waktu yang lain. Sidang diskors,” Minggu (7/7) malam.

Sementara itu Ketua PAC Kota Bojonegoro, Malikin mengatakan, PAC menganggap nama-nama yang direkomendasikan, tidak kapable dan selama ini tidak terlalu kelihatan kinerjanya di partai. Justru pengurus yang selama ini bekerja tak kenal lelah untuk membesarkan partai, tidak masuk dalam rekomendasi DPP.

“Alasan PAC yang paling mendasar adalah, Abidin Fikri tidak pernah diusulkan oleh PAC dalam penjaringan di rapat pleno PAC serentak yang diselenggarakan pada 27 Juni 2018 lalu,” ujarnya.

Sementara itu Budi Irawanto mengatakan, keributan terjadi karena emosi para PAC di Bojonegoro. Dan ditengarai ada pihak ketiga yang menunggangi. Sebab Bojonegoro merupakan kabupaten strategis yang kaya minyak dan gas.”Pasti banyak kepentingan dari luar partai yang ikut bermain,” ujar Mas Wawan.

Meskipun begitu, lanjut Ketua DPC PDIP Bojonegoro ini, dirinya berharap keberatan para pengurus PAC tetap diperhatikan oleh DPP PDIP di Jakarta. “Sebab mereka selama ini berjuang menjadi ujung tombak membesarkan partai,” imbuhnya. (top/har)

banner 336x280
  • Bagikan
banner 336x280

Tinggalkan Balasan