Geger Warga Desa Nglurup Sampung Berangkat Sehat Pulang Memprihatinkan

  • Bagikan

PONOROGO, HARIANJATIM.COM-

Salah satu warga desa Nglurup kecamatan Sampung tepatnya dusun Bendungan beberapa waktu lalu dijemput tim satgas Covid-19. menurut penuturan bapak Ridwan “dalam penjemputannya ibu Dwi Hartini yang berumur empat puluh lima tahun terlihat sehat-saja. Ibu Dwi hartini dikabarkan terkena covid-19 dan dijemput dirumahnya, akan tetapi setelah menjalani perawatan dirumah sakit sudah dinyatakan sembuh. Tetapi yg menjadi permasalahan setelah dipulangkan ibu Dwi Hartini terlihat sangat lemah dan harus dibopong”. Kejanggalan inilah yang membuat warga dusun Bendungan terpaksa mendatangi kantor desa Nglurup untuk meminta penjelasan kepada kepala desa atau perangkat terkait. Warga dusun Bendungan meminta pertanggungjawaban dari tim satgas covid-19 desa Nglurup Kec. Sampung. “Kami diarahkan oleh bapak kepala desa bapak Widodo untuk mendatangi UPT Dinas Kesehatan Sampung guna meminta klarifikasi terkait saudari Dwi Hartini untuk dikembalikan nama baiknya dan juga warga dusun Bendungan secara umum”

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

Menurut penuturan bapak Widodo selaku Kepala desa Nglurup “saudara Dwi Hartini memeriksakan sakitnya secara individu dipuskesmas, nah pada saat itulah divonis reaktif hingga dilakukan swab dan ternyata dinyatakan positif.” Dari situlah tim satgas covid-19 didesa dikabari bahwa akan ada penjemputan atas nama Ibu Dwi Hartini”. Sementara itu ditanya soal tindak lanjut langkah dari pihak desa seperti apa ? Pak Widodo mengatakan” Karena kami juga punya atasan dalam hal ini Pemerintah Kabupaten maka ini biar menjadi koreksi dari pihak Dinas Kesehatan yang memberi klarifikasi terkait hal itu. Karena itu bukan wewenang kami untuk memberikan klarifikasi” pungkasnya.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban
Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

Sementara itu dari UPT Dinas Kesehatan Sampung bapak Suprijatno mengatakan ” Kami juga belum mengecek kelokasi, kemarin info sudah dinyatakan sembuh itu saya tidak berpikir kalau ternyata pulang dengan keadaan melemah. Nah kalau permasalahannya pulang dalam keadaan lemah berarti harus dirawat kembali untuk kesembuhan pasien. Kalau terkait dengan keluarga tidak setuju atas pemulangan pasien itu saya kurang tau, itu masalah teknis dirumah sakit. Dalam hal ini RS. Muslimat.” jelasnya. (Sol)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280