Peringati Hari Ibu, BKMT Jatim Gelar Webinar

  • Bagikan

Reporter: Ahmad Fauzi

HarianJatim.comTuban-Pandemi masih berlangsung, namun tidak membuat Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Jatim tidak berkegiatan.
Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember, Pengurus BKMT Jawa Timur digawangi oleh bidang dakwah dan bidang pendidikan dan pelatihan menggelar webinar dengan tema Memperkokoh Peran Serta Ibu dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah dan Upaya Pencegahan Perkawinan Anak, Ahad (20/12/2020), yang diikuti oleh perwakilan BKMT di seluruh Jawa Timur tak terkecuali Pengurus BKMT Kabupaten Tuban secara virtual.

Ketua PW BKMT Jatim, Dr. dr. Hj. Siti Nur Asiyah, MA, dalam sambutannya mengatakan Hari Ibu bukan berarti menafikan bapak, karena tidak akan ada ibu kalau tidak ada bapak. “Hari ibu merupakan apresiasi yang diberikan kepada para ibu sekaligus motivasi peran ibu sebagai ibu, sebagai istri untuk memberikan manfaat lebih,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

Tidak bisa dipungkiri wanita lebih lemah daripada laki-laki. Begitu manopouse wanita akan lebih mudah mengalami depresi dan kepikunan. “Namun kepikunan tidak mudah terjadi untuk wanita yang memiliki banyak aktivitas fisik. Maka istilah nenek lincah bisa menurunkan terjadinya resiko kepikunan,” ujar wanita asal Gresik ini. Selain itu wanita yang selalu berpikir dan beraktivitas intelektual, kecil kemungkinan mengalami kepikunan.

Sementara itu, Pembina BKMT Jawa Timur, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd, sangat mengapresiasi semua giat BKMT termasuk pendirian BKMT di daerah. Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Jatim ini, negara berkewajiban
memberikan hak keagamaannya
kepada setiap warga negara. “Yang harus difasilitasi adalah pembinaannya, pemahamannya dan amaliah keagamaannya. Insyaallah kami akan terus mensupport semua kegiatan BKMT,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

Menurut beliau, Hari Ibu harus menjadi momen yang pas untuk menempatkan ibu ke tempat yang lebih bermartabat dan bermanfaat. “Sejatinya peringatan Hari Ibu tidak hanya di peringati setahun sekali tapi berkewajiban diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jejasnya.

Ikhtiar ibu untuk menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah adalah gambaran rumah tangga yang memberikan ketenangan dan ketentraman hidup.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

Menurut pria kelahiran Brebes ini, ada 5 hal harus diperhatikan untuk pasangan yakni harus saling memaafkan, saling menghormati perbedaan, saling melindungi dan mengingatkan, saling bermusyawarah dan saling menjaga diri.

Giat ini digawangi dua bidang yakni bidang dakwah dan bidang pendidikan dan pelatihan, yang diikuti oleh 110 anggota. Adapun narasumber oleh Dr. Hj. Nanik Nurhidayati, M.Pd dan Hj. Ifrotul Hidayah, S. Ag. Tak lupa tamu kehormatan turut mengikuti giat ini
Ibu Kepala Pusdiklat Jakarta, ibu Dr. Imam Syafi’i.

(Af/lai)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280