Reporter: Ahmad Fauzi
Tuban-harianjatim.com. Menteri Sosial, Tri Rismaharini dan rombongan bertemu dengan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, guna memantau dan memastikan penyaluran sejumlah bantuan sosial (bansos) tepat sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Tuban, Sabtu (24/07/2021).
Bertempat di Kantor Pos Tuban, Mensos Risma bersama Mas Bupati menyalurkan bansos kepada penerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Selanjutnya, Mensos Risma dan Mas Bupati mengunjungi keluarga penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako, dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sendangharjo, Tuban.
Mensos Risma menyampaikan salam dari Presiden Jokowi agar bantuan tersebut dapat membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat. Menurutnya, kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat adalah pilihan yang sulit yang mengakibatkan masyarakat tidak bisa maksimal mencari nafkah. “Bantuan dari Kemensos ini semoga bisa mengurangi beban masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pemerintah melakukan percepatan penyaluran bantuan guna membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.
3 Jenis Bantuan Sosial
Mensos Risma mengatakan terdapat 3 jenis bantuan dari pemerintah pusat melalui Kemensos RI. Pertama, Bantuan Sosial Tunai (BST) yang merupakan bantuan untuk masyarakat terdampak Pandemi Covid-19 senilai Rp300 ribu perbulan.
Kedua, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yaitu bantuan senilai Rp200 ribu perbulan yang penyalurannya melalui Bank Himbara untuk keluarga miskin. Penerima bantuan ini dapat mendatangi agen yang telah ditunjuk untuk mencairkan bantuannya dalam bentuk bahan pangan seperti beras, telur, maupun lainnya.
Ketiga, Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan bantuan sosial untuk masyarakat dengan memenuhi persyaratan tertentu. “Jenis manfaat untuk tiap KPM pada bantuan PKH berbeda sesuai dengan kondisi tiap penerima,” sambungnya.
Mensos Risma menambahkan pemerintah melalui Bulog juga mulai menyalurkan bantuan beras kemasan 5 kg sebanyak 3000 paket. Penyaluran bantuan tersebut menjadi tanggungjawab Bupati/Walikota dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat yang belum pernah mendapatkan bansos apapun, atau masyarakat yang saat ini terdampak akibat adanya kebijakan PPKM Darurat atau PPKM level 4.
Mantan Walikota Surabaya ini mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong-royong menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Penanggulangan pandemi Covid-19 perlu mendapat dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, swasta, bahkan masyarakat umum. Cara untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. “Dengan demikian mampu mencegah penularan Covid-19 kepada diri sendiri dan orang lain,” serunya
Bupati Tuban Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyatakan bahwa bantuan sosial dari Kemensos telah tersalur secara bertahap kepada masyarakat yang menerima. “Bantuan dari Kemensos sangat berarti bagi masyarakat di tengah pembatasan kegiatan”.
Mas Bupati menegaskan akan terus melakukan evaluasi terkait penyaluran Bansos agar tepat sasaran dan sesuai aturan dari pemerintah. Tidak hanya itu, pihaknya akan segera turun ke desa-desa guna mengecek secara langsung proses penyaluran bantuan sosial kepada KPM, serta secara intensif melaksanakan koordinasi dengan seluruh pihak. “Kroscek secara langsung ke lapangan menjadi poin penting agar tidak terjadi kerancuan data,” tandasnya.
Berdasarkan data dari Dinsos P3A Tuban, penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 40.083 KPM, Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 53.117 KPM, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako 80.349 KPM, dan Bantuan Sosial Beras (BSB) sebanyak 3.000 KPM masyarakat miskin terdampak Covid.
(af)


