banner 728x90

Kiai Hamid Wahid Tegaskan Pentinya Peran Alumni Pesantren di Masyarakat

  • Bagikan

Probolinggo.HarianJatim.Com- Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan peran alumni di tengah-tengah masyarakat melalui transformasi sosial dan sebagai pengontrol di segala bidang kemasyarakatan. Pernyataan ini disampaikan pada saat memberikan sambutan di Halaqah Alumni. Sabtu (10/2/24) di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid.

banner 728x90

Tak lupa pada kesempatan itu, kiai Hamid menyinggung tentang pentingnya silaturrahim antara alumni dan pesantren . Sebab kata kiai Hamid, silaturrahim adalah modal dasar untuk membangun jejaring dakwah dan pelayanan masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam, yang keduanya sama-sama bisa berkembang atas dasar kesamaan almamater untuk memberikan peran dalam tranformasi sosial di masyarakat.

Baca Juga :  Manfaatkan Libur Pesantren, FKS Situbondo Turun Edukasi Masyarakat

“Santri adalah status di mana ketika mondok melakukan proses tafaqquh fiddin (mendalami ilmu, red.) yang tidak hanya dibatasi ketika diberada di pesantren. Namun setelah lulus dari pesantren harus melakukan transformasi sosial dengan al-inzar, yaitu berbuat sesuatu yang yang berdampak pada transformasi sosial di segala bidang,” ujarnya.

Baca Juga :  Manfaatkan Libur Pesantren, FKS Situbondo Turun Edukasi Masyarakat

Rektor Universitas Nurul Jadid ini pun menjelaskan bahwa tujuan perkumpulan halaqah alumni bukan sekedar dalam rangka membanggakan dan menjadikan Nurul Jadid sebagai alasan untuk ber-ta’ashub (fanatisme). melainkan untuk menjalankan dua fungsi pesantren, yaitu tafaqquh : pendidikan dan pengkaderan, kemudian inzar: pelayanan masyarakat dan dakwah.

“Beberapakali pendiri sangat mewanti-wanti dan mengingatkan agar para warga Nurul Jadid, khususnya alumni dan simpatisan warga pesantren Nurul Jadid, ketika berada di masyarakat tidak terjebak menjadikan Nurul Jadid sebagai alasan untuk berbangga-bangga dan fanatik,” ujarnya.

Baca Juga :  Manfaatkan Libur Pesantren, FKS Situbondo Turun Edukasi Masyarakat

Karena demikian, ia menggiring fokus pembahasan dalam forum halaqah tersebut untuk memikirkan bagaimana pelayanan kemasyarakatan dan dakwah itu bisa dilakukan dengan sistemik dan sistematis, utamanya melalui sektor ekonomi, setelah sektor agama dan pendidikan.

“Sinergitas menjadi kata kunci penting untuk saat ini,” tegasnya.

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280