Pesan Kiai Zuhri pada Santrinya Menjelang Liburan Pesantren

  • Bagikan

Probolinggo.HarianJatim.Com- Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini memberikan 10 pesan pada santri menjelang liburan pesantren di bulan ramadan 1445 H di Masjid Jami’ Nurul Jadid. Senin (25/03/24). Mengawali pesan-pesannya, Kiai Zuhri menyampaikan bahwa, kita patut bersyukur kepada Allah karena sampai detik ini, Allah memberi umur panjang.

“Ini merupakan nikmat yang besar. Ada dua nikmat yang diberikan Allah yang kebanyakan orang rugi karena tidak menjaga nikmat itu, yaitu sehat dan waktu. Umur itu adalah modal hidup,” katanya.

Pesan tersebut berisi, satu; Santri hendaknya mengisi liburan dengan amal-amal kebaikan. Liburan ini, kata beliau, hanya berganti kegiatan dan suasana. Kalau di pondok bertemu dengan teman dan ustaz, sedangkan di rumah bertemu dengan keluarga. Namun kewajiban seperti melaksanakan sholat tetap harus dilaksanakan. dua; harus mensyukuri umur, merawat dan menggunakan untuk kebaikan terutama di bulan ramadan. tiga; Amal-amal baik di bulan ramadan harus dilakukan. empat; Kalau pegang hp tolong harus dapat memilih dan memilah yang di tonton. lima; Mari kita pulang ke rumah gunakan untuk mengamalkan ilmu sesuai dengan waktu yang di miliki. enam; Harus disiplin dan belajar menghargai waktu. Libur hanya sekedar berganti kegiatan, bukan berarti libur terus dan bermalas-malasan.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

“Orang tua akan senang kalau kita istikamah dalam melaksanakan sholat berjamaah, tadarus dan amal baik lainnya. Orang tua akan senang dan merasa tidak sia-sia mengirim bekal setiap bulan,’ imbuhnya.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

Tujuh; gunakan waktu di rumah untuk belajar bergaul dengan keluarga, tetangga dan Masyarakat. sembilan; Gunakan keberadaan di rumah untuk mengevaluasi untuk mengetahui kekurangan-kekurangan selama berada di pondok. sepuluh; Jangan mencemarkan nama baik pondok. Tolong batasi diri untuk bergaul dengan orang, batasi pergaulan. sepuluh; Tolong aturan agama, pondok tetap di jaga. Jangan bebas melakukan pergaulan bebas antara putus dan putri. sebelas; Tolong jaga sholat, subuhnya jangan kesiangan.

Selain itu, Kiai Zuhri mengungkapakan bahwa kekayaan yang sebenarnya adalah umur. Maka hargai umur.

“mur kita tidak panjang, umur umat Nabi Muhammad antara 60-70 tahun. Jangan merasa bahwa orang berumur belasan tahun akan aman dari kematian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

Kiai Zuhri juga menegaskan bahwa, Di pondok belajar ilmu agama dan umum juga membina karakter. Ia pun berpesan pada santri yang berhenti (boyong) agar tetap menjaga kesantriannya.

“Jika mau kuliah cari pondok yang dekat dengan kampusnya, dan juga bergabung dengan teman-teman alumni jangan sendirian. Kita di suruh hidup berjamaah,” pungkasnya.

Disamping itu, beliau berpesan agar menjaga hawa nafsu. Sebab, katanya, Orang cerdas adalah orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu dan bisa memilih yang baik dan buruk.

“Para koruptor bukan orang bodoh mereka pintar, tapi tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya,” tegasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280