Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

  • Bagikan

harianjatim.com.Tuban – Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Tuban selama ini dikenal sebagai kelompok yang turut aktif dalam banyak kegiatan advokasi berkaitan dengan isu isu kesetaraan, keadilan dan demokrasi.

Jawa Timur sebentar lagi akan menggelar Pilkada serentak 2024 termasuk kabupaten Tuban. Devi Febriana selaku Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban memberikan pandangan tersendiri terhadap gerakan advokasi yang dijalankan KPI dikaitkan dengan momentum Pilkada. Berikut hasil wawancara kami dengan Devi, rabu (15/05/2024).

Sejauh ini persoalan apa saja yang jadi isu pokok / fokus advokasi oleh KPI Tuban?

Sejauh ini KPI Cabang Tuban berfokus pada isu tentang ketimpangan – ketimpangan yang terjadi pada perempuan dan anak yang paling utama. Namun isu-isu yang lain yang sesuai dengan Visi KPI yakni“Terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender menuju masyarakat yang demokratis, sejahtera dan beradab” dan Misi Organisasi yang secara garis besarnya adalah untuk Keadilan dan Demokrasi. Jadi, selain isu-isu tentang perempuan dan anak, KPI cabang Tuban juga fokus pada isu Sosial, Politik, Ekonomi, Pendidikan, dll. Yang mana dirasa ada ketidakadilan, disini KPI akan turut serta dalam membela hak-hak kaum yang termarjinalkan.
 
Apakah anda punya catatan khusus berkaitan dengan isu keterwakilan perempuan di sektor Politik di Wilayah Tuban?

Di Tahun 2014 dan 2019 yang mana tahun-tahun tersebut adalah tahun politik, KPI Cabng Tuban mempunyai program “DIKPOL” Pendidikan Politik di Balai Perempuan (Pengurus & Anggota Tingkat Desa) yang mana kegiatan tersebut bekerjasama dengan Penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU Kabupaten Tuban yang turut menjadi narasumber dengan tema besar“Menjadi Pemilih Cerdas”.

Selain itu, KPI Cabang Tuban juga mendorong beberapa Calon Anggota Legislatif Perempuan dari berbagai Partai Politik dengan mendatangkan di Balai Perempuan sesuai dengan Dapil masing-masing untuk menyampaikan visi dan misi.

Hal lainnya adalah KPI terus mendukung anggota untuk bersedia menjadi bagian dari penyelenggara Pemilu dari tingkatan Desa hingga di tingkat Kabupaten/Kota.
 
Sebagai organisasi perempuan, bagaimana KPI memaknai Pilkada yang sebentar lagi akan digelar serentak di Jatim termasuk Tuban?

Sebagai organisasi perempuan, kami memaknai Pilkada adalah sebuah agenda besar yang memang harus dilaksanakan, karena di setiap wilayah/daerah dibutuhkan seorang Pemimpin. Pesta Demokrasi 5 tahunan ini akan mentukan Tuban ke depan, apakah akan menjadi lebih baik atau tidak.
 
Menurut anda, apa PR dan tantangan yang bagi Cabup Cawabup yang terpilih Tuban kedepannya berkaitan dengan isu Keperempuanan?

PR dan tantangan bagi Cabup Cawabup pada isu keperempuanan yakni, yang paling utama adalah bagaimana Tuban ini mampu menjadi daerah atau wilayah yang aman bagi perempuan dan anak. Karena masih banyak sekali kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak. Selain itu, angka pernikahan anak di Kabupaten Tuban juga sangat tinggi dan angka perceraian pun demikian. Untuk itu, PR Cabup dan Cawabup terpilih nanti adalah tentang masalah-masalah tersebut di atas.

Selain itu, akses-akses di bidang kesehatan dan Pendidikan bagi perempuan adan anak juga harus dipermudah. Karena dua factor tersebut akan menentukan masa depan anak.
 
Apa harapan anda terhadap pelaksanaan Pilkada Tuban mendatang?

Harapan Pilkada di kabupaten Tuban bisa terlaksana dengan aman, damai, jujur dan adil. Berkurangnya money politics agar masyarakat mampu menentukan pilihan sendiri pemimpin yang betul-betul mampu membawa Tuban ke depan lebih baik.Selain itu, pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu bisa bekerja secara professional. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280