Riyono Caping : Tiga Saran PKS untuk Menjaga Pangan nasional

  • Bagikan

Magetan, Harianjatim.com – Saat ini kondisi pangan global dalam ancaman serius. Ini semua akibat perang baru Iran – Israel dan AS membuat tekanan harga pangan dunia akan terus naik, kenapa?. Tekanan perang Ukraina dan Rusia belum reda pengaruhnya. Dua perang ini membuat “bencana” serius dalam hal keseimbangan pangan global.

Program (Millennium Development Goals atau Tujuan Pembangunan Milenium) MDGs gagal mengatasi kelaparan pangan global, ada 1 Milyar penduduk bumi yang terancam kelaparan dan bahkan banyak kematian karena kelaparan global.

Seperti yang di targetkan SDGs ke 2 pada 2030 untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan gizi, mendorong pertanian berkelanjutan nampaknya akan terancam gagal untuk kali kedua karena perubahan ekstrim peta pangan global.

“Artinya dunia gagal mengatur perputaran pangan global, adanya perang Iran – Amerika dan Israel membuat semakin tinggi ketidakpastian global membuat negara produsen pangan berprinsip tahan pangan untuk mereka sendiri,” terang Riyono.

Lebih lanjut Riyono mengatakan bahwa Kegagalan global distribusi pangan mengakibatkan harga pangan dunia naik, ketersedian menurun dan permintaan tinggi. Komoditas pangan berubah menjadi komoditas politik yang sering merugikan petani.

“Pangan dan energi sebagai instrumen dasar manusia berubah menjadi senjata mematikan untuk menguasai bahkan “menjajah” suatu negara atas nama impor sedangkan produsen utamanya yaitu petani dan negaranya masih tetap miskin dan menderita,” ungkapnya.

Pangan di Indonesia harus aman, apa saja yang harus di siapkan oleh negara? Pertama, menghadapi kondisi global saat ini yang cenderung menuju krisis maka Indonesia harus memfokuskan ketersedian pangan sebagai pondasi utama kedaulatan pangan. Cadangan pangan berupa beras yang sudah tembus 4 juta ton harus di jaga kualitas dan manajemen pengelolaannya.

Kedua, perlindungan kepada petani sebagai produsen pangan utama dengan skema insentif harga produk pertanian yang bagus. Harga GKP dan Jagung yang sudah bagus harus tetap di pertahankan, kalau perlu ditambah dengan asuransi hasil pertanian karena menghadapi resiko kemarau panjang.

Ketiga, jaga politik anggaran sektor pertanian dan perikanan jangan dikenakan efisiensi. Anggaran pertanian yang 60 T jangan di potong. Kenapa? Ketahanan pangan dan protein ada di sektor ini. Kalau diperlukan maka anggarannya harus ditambah untuk antisipasi krisis pangan dunia.

“Ketiga langkah diatas akan mampu melindungi Indonesia dari krisis pangan, rakyat jangan sampai mendapatkan harga pangan mahal karena imbas perang dan ketidakpastian global ini. Tugas negara hadir dan memastikan pangan sampai meja makan rakyat di pedesaan dan pelosok terluar bangsa ini,” jelasnya Riyono Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKS itu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Used to monitor number of google analytics server requests. Used to monitor number of google analytics server requests when using google tag manager. Fazit : absolut empfehlenswert und wir freuen uns bereits auf die nächste feier mit dj gunter aus helmstedt.