Dampak Penyuntingan Foto Berbasis AI terhadap Kepercayaan Publik

  • Bagikan
Sukri

|| Penulis : Sukriyanto*

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam produksi dan distribusi informasi visual. Teknologi AI kini memungkinkan seseorang melakukan penyuntingan foto secara cepat, bahkan menghasilkan gambar yang tampak sangat realistis. Di satu sisi, teknologi ini memberikan manfaat besar bagi industri kreatif, media, pendidikan, dan komunikasi. Namun, di sisi lain, kemudahan tersebut menghadirkan persoalan serius terhadap kepercayaan publik terhadap informasi visual.

Salah satu persoalan yang muncul adalah semakin kaburnya batas antara realitas dan rekayasa digital. Sebuah foto yang menampilkan tokoh publik bersama seseorang, berada di suatu tempat, atau melakukan aktivitas tertentu dapat dengan mudah dimodifikasi menggunakan AI. Ketika gambar tersebut terlihat meyakinkan, masyarakat yang melihatnya tanpa mengetahui konteks pembuatannya dapat menganggap gambar tersebut sebagai dokumentasi peristiwa yang benar-benar terjadi.

Fenomena ini dapat dijelaskan melalui konsep visual credibility, yaitu tingkat kepercayaan seseorang terhadap informasi yang disampaikan melalui gambar. Selama bertahun-tahun, foto memiliki posisi penting sebagai bentuk dokumentasi karena dianggap sebagai bukti visual suatu peristiwa. Namun, perkembangan teknologi generatif membuat asumsi tersebut semakin sulit dipertahankan. Foto tidak lagi selalu identik dengan fakta.

Masalahnya menjadi lebih kompleks ketika gambar hasil manipulasi dibuat sekadar untuk hiburan atau permainan, tetapi kemudian beredar di ruang publik tanpa keterangan yang jelas. Meskipun pembuatnya tidak bermaksud melakukan penipuan, publik tetap dapat mengalami misinformasi, yaitu menerima informasi yang keliru tanpa adanya niat jahat dari pembuatnya.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menciptakan apa yang dapat disebut sebagai krisis kepercayaan visual. Masyarakat bukan hanya menjadi ragu terhadap foto yang telah dimanipulasi, tetapi juga dapat mulai meragukan foto yang sebenarnya autentik. Dengan kata lain, persoalannya bukan lagi sekadar “Apakah gambar ini benar atau palsu?”, melainkan munculnya sikap skeptis terhadap hampir seluruh bukti visual yang beredar di media sosial.

Fenomena ini juga berkaitan dengan liar’s dividend, yaitu kondisi ketika maraknya teknologi manipulasi digital membuat seseorang dapat dengan lebih mudah menyangkal bukti yang sebenarnya autentik dengan alasan bahwa bukti tersebut mungkin merupakan hasil rekayasa. Akibatnya, teknologi yang semestinya digunakan untuk memperkaya komunikasi justru berpotensi melemahkan fungsi foto sebagai sumber informasi.

Karena itu, penggunaan AI dalam penyuntingan foto membutuhkan literasi digital dan etika komunikasi. Setiap gambar yang telah dimodifikasi secara signifikan sebaiknya diberi keterangan bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa atau ilustrasi AI, terlebih jika gambar tersebut melibatkan tokoh publik, pejabat, figur masyarakat, atau menggambarkan suatu peristiwa yang dapat memengaruhi persepsi publik.

Kebebasan berkreasi tentu tetap penting. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Ketika sebuah gambar keluar dari ruang pribadi dan masuk ke ruang publik, persoalannya bukan lagi hanya tentang kreativitas pembuatnya, tetapi juga tentang hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan tidak menyesatkan.

Pada akhirnya, tantangan terbesar AI bukan semata-mata kemampuan mesin untuk menciptakan gambar yang semakin realistis, melainkan kemampuan manusia untuk mempertahankan kepercayaan terhadap informasi di tengah dunia digital yang semakin sulit membedakan antara apa yang benar-benar terjadi dan apa yang sekadar dibuat seolah-olah terjadi.


||* Announcer Radio Karimata, MC Profesional, VO Talent dan Mentor Public Speaking


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90