Reporter: harianjatim
Olahraga-harianjatim.com. Madura United FC resmi memperkenalkan tiga jersey untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Tiga seragam itu terdiri atas jersey kandang, tandang, dan jersey ketiga.
Peluncuran jersey dilakukan melalui kerja sama dengan XTEN Indonesia sebagai Official Apparel Partner. Lebih dari sekadar identitas pertandingan, tiga desain tersebut membawa unsur budaya dan karakter masyarakat Madura.
Jersey kandang mengusung pola loreng merah dan putih yang terinspirasi dari baju adat pesa’an. Merah dimaknai sebagai keberanian dan semangat juang, sedangkan putih melambangkan kesucian, ketulusan, dan kejujuran.
Warna hitam yang hadir dalam komposisi desain melengkapi makna tersebut sebagai simbol keteguhan jiwa dan identitas budaya yang kuat.
“Pola loreng merah putih mengadaptasi visual dari pola baju adat pesa’an yang mewakili keterikatan tim dengan budaya dan tradisi lokal Madura,” demikian keterangan dalam rilis Madura United.
Jersey tandang mengambil inspirasi dari struktur geometri petak tambak garam. Pola tersebut menggambarkan fondasi yang kokoh, disiplin, dan keteraturan.
Setiap petak dimaknai sebagai perjalanan perjuangan. Desain itu juga merepresentasikan kerja keras petani garam yang menata dan merawat lahannya dengan kesabaran sebelum menghasilkan kristal garam.
Sementara gradasi merah dan hitam menggambarkan kerasnya perjuangan, ketangguhan, serta pijakan yang kuat.
Adapun jersey ketiga tampil dengan warna hitam pekat. Pilihan warna itu disebut merepresentasikan simbol yang kuat dalam budaya dan falsafah hidup masyarakat Madura.
Hitam, dalam filosofi desain jersey tersebut, tidak dimaknai sebagai kegelapan. Sebaliknya, warna itu merepresentasikan ketegasan, ketangguhan, dan kerendahan hati.
Aksen gelombang putih pada bagian kerah dan lengan dirancang menyerupai denyut nadi yang menyambungkan jantung ke seluruh bagian tubuh. Gelombang naik dan turun menjadi metafora perjalanan sebuah klub yang tidak selalu berjalan lurus.
Ada puncak kejayaan, tetapi juga terdapat tantangan yang harus dilalui.
Garis putih pada bagian badan jersey menjadi simbol kebersamaan. Klub, pemain, dan suporter digambarkan berada dalam satu garis perjuangan dengan visi, sejarah, dan kebanggaan yang sama.
Pesan itu dirangkum dalam semangat “Never Walk Alone”.
Madura United menegaskan, filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa dalam kemenangan maupun keterpurukan, perjuangan klub tidak pernah dijalani sendirian.
Lewat tiga jersey barunya, Laskar Sape Kerrab tidak hanya memperkenalkan seragam pertandingan untuk musim 2026/2027. Lebih dari itu, Madura United membawa identitas Pulau Madura ke atas lapangan: keberanian, keteguhan, kerja keras, dan kebersamaan.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com
(Ryan/Red)


