Reporter: Ahmad Fauzi
HarianJatim.comBojonegoro-Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.
Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punyai juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.
Sesuai dengan Surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Nomor 003.1/817/412.201/2021 tanggal 16 April 2021 tentang himbauan menggunakan baju kebaya Nasional untuk seluruh Guru Perempuan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mulai Tingkat Dasar Hingga Menengah selama lima Hari Mulai Senin- Jum’at
Hal Ini di benarkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Lasiran M,Pd saat di konfirmasi awak MediaPantura.com Pada senin (19/04/2021) menjelaskan bahwa momentum hari Kartini setiap tahunnya tidak hentinya diperingati sebagai hari kebangkitan kaum perempuan di Indonesia. Peringatan hari kartini diharapkan bukan hanya secara seremonial saja namun menjadi momentum sebagai penguatan pemberdayaan dan kemenadirin perempuan seperti yang menjadi cita-cita Kartini.
Khusus untuk wanita pejuang pendidikan di kabupaten Bojonegoro Agar para kaum pe
perempuan mampu berdaya dan berjuang sesuai dengan profesinya masing-masing, dengan cara mengambil peran peran penting dalam meningkatkan pembangunan khususnya pembangunan SDM anak didik bangsa Di Bumi Angling Darma
Pria yang Pernah Menjabat Kepala SMPN 6 Bojonegoro Juga menuturkan bahwa
Setidaknya, momentum Hari Kartini di tahun ini yang juga bertepatan Bulan Suci Ramadhan1442 H Ia Mengajak Seluruh Pihak khususnya Para ASN di lingkungan Dinas Pendidikan untuk senantiasa meneladani Kartini akan semangat juangnya memerangi kebodohan.
( af)


