Reporter: Ahmad Fauzi
Bojonegoro-HarianJatim.com, Tidak dipungkiri, masuknya berbagai kebudayaan yang datang dari luar negeri membuat eksistensi kebudayaan sendiri (lokal) kian susah diminati. Berbagai problem tentu harus dipecahkan bersama. Termasuk dengan secara rutin mengenalkan tradisi dan kebudayaan lokal kepada anak-anak muda.
Satu diantaranya adalah wayang kulit yang merupakan kebudayaan asli Indonesia. Untuk tetap melestarikan kebudayaan wayang kulit ini,Maka Melihat Dinamika Tersebut Owner Sanggar Literasi Bojonegoro SMART Oktian Ika Ardhiani S,Pd Mendatangkan Dalang Kondang Bojonegoro Ki Hadi dan Dalang Cilik Ananda Rozzak Wiratama dengan Tujuannya, tentu untuk mengenalkan wayang kulit sebagai kebudayaan adiluhung kepada generasi muda.
Oktian Ika Ardhiani Juga Berharap dengan Hadirnya Dalang Kondang Bojonegoro dan Dalang Cilik Bisa untuk menguri-uri kebudayaan dengan mengenalkan wayang kulit sejak Dini Khususnya pada anak-anak yang Belajar di Sanggar Literasi Bojonegoro SMART
” dengan Hadirnya Dua dalang ini kedepan akan lahir dalang-dalang muda yang berbakat dan akan meneruskan tradisi wayang kulit di Indonesia Pungkas Wanita Yang Juga Menjabat Sebagai Kepala SDN Glagahsari, Minggu (5/09/2021)
Sementara itu Ki Hadi beranggapan, ditengah gempuran kebudayaan yang datang dari luar negeri saat ini, tentu sangat mengkhawatirkan bagi eksistensi kebudayaan lokal. Tanpa ada regenerasi, tidak menutup kemungkinan kebudayaan lokal akan tergeser dan dilupakan oleh generasi berikutnya.
“Sehingga adanya Ruang Edukasi Semacam ini memiliki tujuan supaya kebudayaan adiluhung Jawa, jangan sampai tergeser arus. Kalau didiamkan saja, kedepan wayang kulit ini bisa jadi akan luntur, tetapi kalau ada regenerasi, wayang kulit akan tetap lestari,”
Nampak Pantauan di Sanggar Literasi Bojonegoro SMART Juga Hadir Perwakilan Penggiat Budaya Sekaligus Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Yaitu Mian
( af)


