Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Sejumlah klub voli di Kecamatan Batuan, Sumenep meminta pemilihan ketua Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dilakukan secara lansung atau secara demokratis.
“Semua klub voli se Kecamatan Batuan telah sepakat, meminta pemilihan ketua PBVSI Sumenep dilakukan langsung dengan cara melibatkan seluruh klub yang ada di Sumenep,” kata Taufikur Rahman,
Terdapat delapan klub voli se-Kecamatan Batuan telah melakukan kesepakatan dan menyetujui pemilihan PBVSI dilakukan secara terbuka.
Sikap tersebut sebagai langkah progresif karena sesuai kebiasaan sebelumnya pemilihan dilakukan dengan cara semi tertutup atau hanya melibatkan sejumlah klub. Sehingga ketua yang terpilih bukan merupakan inisiatif mayoritas klub di Sumenep.
“PBVSI tidak boleh lagi dikelola secara eksklusif. Klub adalah tulang punggung pembinaan atlet. Jika klub tidak dilibatkan, maka PBVSI akan kehilangan legitimasi moral dan organisatoris,” ujar perwakilan paguyuban.
Menurut Paguyuban Batuan, selama bertahun-tahun klub-klub bolavoli di Sumenep jarang, bahkan nyaris tidak pernah, dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis organisasi. Kondisi ini melahirkan jarak antara PBVSI dengan klub, memicu kekecewaan atlet, serta menumbuhkan persepsi negatif terhadap tata kelola organisasi olahraga tersebut.
Karena itu, Paguyuban Batuan secara kolektif menyerukan agar pemilihan Ketua PBVSI Sumenep dilakukan melalui mekanisme pemilihan langsung oleh seluruh klub, tanpa sistem perwakilan. Mereka menilai, hanya dengan cara itu PBVSI dapat membangun kembali kepercayaan publik olahraga dan melahirkan kepengurusan yang memiliki legitimasi penuh.
Lebih jauh, sikap Paguyuban Batuan ini tidak hanya dimaknai sebagai kritik, tetapi juga sebagai undangan terbuka kepada seluruh klub bolavoli di Sumenep untuk bersama-sama mendorong reformasi organisasi.
“Ini momentum sejarah. Jika PBVSI dan panitia berani membuka ruang partisipasi seluas-luasnya, maka PBVSI Sumenep akan menjadi contoh nasional tentang bagaimana organisasi olahraga direformasi dari bawah,” tegas salah satu perwakilan klub.
Paguyuban Batuan juga menuntut agar kepengurusan PBVSI ke depan mengakomodasi perwakilan seluruh paguyuban dalam struktur organisasi dan proses pengambilan keputusan, termasuk dalam penyusunan regulasi yang selama ini kerap dikeluhkan oleh atlet dan klub.
Langkah berani klub-klub bolavoli Kecamatan Batuan ini menandai babak baru dalam sejarah olahraga di Sumenep. Apakah PBVSI dan panitia pemilihan akan menjawab tantangan ini dan mencatatkan sejarah baru pemilihan yang terbuka dan demokratis, atau justru bertahan pada pola lama, kini menjadi sorotan publik olahraga, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom dan saluran Harian Jatim di WhatsApp
(jd/Red)


