Lansia Sebatang Kara Jadi Sasaran Bantuan Sembako TP PKK Kabupaten Sidoarjo

  • Bagikan

Sidoarjo-harianjatim.com. TP PKK Kabupaten Sidparjo kembali menyalurkan bantuan sosial secara langsung kepada Masyarakat. Sebanyak 1.000 paket sembako diberikan di 5 Kecamatan. Pembagian pertama dilakukan di Kecamatan Jabon sebanyak 200 paket di 4 Desa, Kedungcangkring,Trompoasri, Keboguyang dan Balong Tani, Senin 7/9.

banner 336x280 banner 336x280

Ketua TP PKK Kabupaten bertemu secara langsung penerima Bansos di rumahnya masing-masing dan sebagian besar adalah lansia yang hidup sebatang kara.

“Kami senang jika memeberikan langsung ke rumah warga, dengan bertemu mereka ada dialog-dialog kecil penerima bantuan, dari rasa trimakash maupun harapan-harapan kepada pemerintah setempat,” Kata Sa’adah Ahmad Muhdlor.

Mbok Tumi, perempuan paruh baya yang tinggal di sepetak rumah depan kantor Kelurahan Trompoasri, ia pun tinggal sebatang kara. Dengan tertatih dan penglihatan yang tidak jelas ia keluar rumah menyambut kedatangan Pengurus TP PKK Kabupaten.

Berdialog singkat dengan Ibu Ketua TP PKK Sa’adah Ahmad Muhdlor ia mengatakan bahwa tidak akan ada bantuan lagi dari Desa untuknya, dengan mata berkaca-kaca terlihat ia sangat bahagia siang itu ia mendapatkan paket sembako beras 10 kg, gula 1kg minyak 1.8 lt dan sabtu batang 4 pcs.

Menurut Sa’adah Ahmad Muhdlor masyarakat dengan kondisi seperti Mbok Tumi atau yang lainnya harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah baik pusat, daerah hingga desa.

” Saya pesan kepada perangkat Desa, lansia janda yang hidup sebatang kara seperti ini harus mendapatkan perhatian khusus, kalau bukan kita yang membantu siapa lagi,” tegasnya.

Berbeda Dengan kondisi Mbok Tumi yang sebatang kara dan tidak berpenghasilan. Bapak Haryono warga Desa Keboguyang, laki-laki berusia kurang lebih 70 tahun ini hampir 2 tahun menjadi pengangguran dan hanya mengandalkan bantuan orang sekitar untuk mencukupi kebutuhan. Sebelum pandemi ia bekerja sebagai kenet angkot Sidoarjo Surabaya yang bergaji 45 ribu rupiah dari pagi hingga malam.

“Ikut orang narik len ke surabaya tapi setelah corona sudah tidak kerja lagi,” terangnya.

Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Bapak Haryono masih semangat mengais rejeki, namun kondisi Pandemi Covid 19 membuatnya kehilangan pekerjaan.*na

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280
Verified by MonsterInsights