Bojonegoro, harianJatim.com- Alas Institut melakukan sosiali sasi Program Rumah Layak Huni (RLH) bareng ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, kemarin di Balai Desa Bareng.
Camat Ngasem Waji mengatakan
mewakili pemerintah Kecamatan Ngasem mengucapkan terima kasih kepada EMCL karena di wilayahnya mendapatkan bantuan program rumah layak huni yg bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. “Program ini sejalan dengan program Pemkab Bojonegoro berupa perbaikan ALADIN (atap lantai dinding) kami akan turut mendukung program ini supaya berjalan lancar, ” ujarnya.
Kepala Desa Bareng Rudi Hartono menuturkan Desa Bareng merupakan desa yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang relatif banyak. “Adanya program RLH dari EMCL ini akan sangat membantu tidak hanya kepada penerima manfaat, tapi juga kpada pemerintah desa dalam hal memberikan pelayanan kepada warganya, ” tutur Kades.
Penanggung Jawab Program EMCL Malik Ukay Sukaya menjelaskan EMCL dalam dalam menjalankan program pengembangan masyarakat (PPM) berkomitmen bersinergi dengan pemerintah dalam hal pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. “Pelaksanaan program dalam pelaksanaannya menggandeng Alas Institute sebagai mitra kerja. Program RLH dari EMCL ini di tahun 2021 terdapat 3 paket program dengan total sasaran penerima manfaat sebanyak 91 unit meliputi di Kecamatan Ngasem, Gayam, Purwosari dan Kalitidu. Program ini akan berjalan dengan baik jika ada dukungan dan gotong royong semua pihak, ” tuturnya.
Sementara Manajer Program Alas Institute Danial Abidin menuturkan tujuan dari program ini adalah terwujudnya rumah layak huni yang memperhatikan 3 aspek, yaitu standar kualitas bangunan, estetika fisik dari segi tampilan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memenuhi unsur peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui perbaikan tempat tinggal.
“Metode pelaksanaan program ini tidak menggunakan sistim kontraktual atau dikerjakan oleh pemborong, namun secara teknis akan dikerjakan oleh tim pelaksana dari unsur masyarakat lokal yang dibentuk oleh Alas Institute dan pemerintah desa bersamaan dengan agenda sosialisasi ini, selanjutnya akan diberikan pelatihan berkaitan dengan perencanaan dan hal-hal teknis lainnya, ” tambahnya. (sut)


