Tuban,memorandum.co.id – Laidia Maryati (46) merupakan Pranata Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban. Ia merasakan kesan yang positif ketika mengakses manfaat Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Wanita dengan panggilan akrab Laidia ini merasa tenang dan aman memiliki kartu JKN-KIS ke manapun ia berada. Laidia tidak perlu lagi khawatir jika dirinya sakit di luar domisilinya. Laidia paham FKTP yang ia pilih sekarang adalah yang terdekat dengan domisilinya sekarang, namun apabila dalam kondisi darurat medis, maka Laidia dapat langsung ke rumah sakit terdekat untuk dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
“Saya sudah sering mendengar banyak cerita dari peserta lain yang memanfaatkan program ini. Karena sifatnya adalah investasi, menurut saya ini sama sekali tidak merugikan. Iuran yang saya bayar tiap bulannya tidak hilang karena digunakan oleh peserta lain yang lebih membutuhkan dan jika suatu saat saya membutuhkan pelayanan kesehatan peserta lain juga akan membantu saya dengan iuran mereka. Itulah yang disebut sebagai prisnsip gotong royong,” jelasnya.
Laidia sudah menjadi peserta Program JKN-KIS sejak tahun 2002 (dari PT. Askes (Persero), sebelum berubah menjadi BPJS Kesehatan). Ia mengaku rutin mengikuti perkembangan terbaru mengenai program jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini. Jabatannya sebagai Pranata Humas Kementerian Agama Kabupaten Tuban membuatnya mudah dalam mendapatkan informasi mengenai program JKN-KIS dan menyebarkannya ke kolega terdekat.
“Tidak ada salahnya kita membantu saudara setanah air di lain tempat dan waktu, karena sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan pasti akan ada balasannya, bisa berupa kesehatan,” imbuh Laidia
Laidia berharap Program JKN-KIS dapat bertahan secara berkesinambungan dan selalu meningkat kualitasnya karena banyak sekali peserta yang telah dibantu pengobatannya dengan program ini. Laidia tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika peserta harus membayar semua biaya pengobatan mereka tanpa bantuan Program JKN-KIS. Sehingga, dengan menjaga kesehatan yang baik dan memastikan kepesertaan jaminan kesehatan aktif, Laidia juga ikut membantu pelayanan kesehatan peserta lainnya.
“Jika di luar sana masih ada yang belum mendukung program JKN-KIS dengan menjadi peserta maka segeralah daftar dan instropeksi diri. Tidak selamanya orang itu sehat. Jangan sampai sakit baru mendaftar. Lagi pula program ini bisa meringankan beban orang lain. Jadi tunggu apalagi,” katanya. (ru)


