Geliat wisata paska pandemi, kolam renang Pudak Wangi semalaran Malo segera dibuka

  • Bagikan

Reporter: Ahmad Fauzi

Bojonegoro-HarianJatim.com,Pandemi covid yang melanda memang berdampak signifikan bagi semua industri wisata, tak terkecuali kolam renang Pudak Wangi yang berada di desa semlaran kecamatan Malo kabupaten Bojonegoro.

Berat memang menghadapi pandemi ini, kami harus menyesuaikan dengan semua kebijakan yang ada dan harus menutup kolam renang ini, begitu yang dikatakan Junaisri pemilik kolam renang Pudak Wangi, Rabu, 27/10/21

Memasuki level satu dengan pelonggaran ini, kami bersiap membuka kembali dengan beberapa pembenahan, lama ditutup kolam ini harus ditata ulang mas, karena banyak lumut yang tumbuh. Begitu kata perempuan yang juga istri kepala desa semlaran kepada awak media saat ditemui di lokasi kolam.

Junaisri pemilik kolam renang Pudak Wangi

Hantaman covid 19 ini memang begitu terasa dampaknya, kolam harus ditutup sebagai bagian memotong mata rantai penyebran virus Corona. Dengan demikian aktifitas warga yang mengandalkan kunjungan dikolam juga terpengaruh. Karena ada sekitar 25 warga sekitar yang menggantungkan hidupnya dari kolam tersebut dengan berjualan dan juga jasa parkir.

Minggu depan kolam Pudak Wangi ini sudah buka, warga masyarakat sudah bisa berkunjung tapi tetap dengan pembatasan, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Seluruh pengunjung wajib bermasker dan sebelum masuk harus diperiksa suhu tubuhnya serta mencuci tangan dengan sabun. Harapanya dengan dibukanya kembali kolam Pudak Wangi yang menjadi kebanggaan warga desa semlaran ini, geliat ekonomi warga kembali pulih. Kata perempuan yang dikenal murah senyum tersebut optimis.

Salah satu pegiat desa yang pada saat itu berada dilokasi, Ipung 35 tahun menyampaikan, bahwa kolam ini letaknya strategis, hanya butuh sentuhan konsep yang mengedepankan sisi-sisi kreatifitas. Potensi untuk dikembangkan juga sangat terbuka.

Silahkan Minggu depan warga berkunjung, semoga keberadaan kolam ini menjadi solusi wahana rekreasi berbiaya murah tapi menyenangkan. Begitu Bu kades mengakhiri pembicaraanya.

( af)

Ipung pegiat Desa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *