Tuntut SK Inpassing, FGSNI Sumenep Datangi Kemenag Jatim

  • Bagikan
Sejumlah guru swasta yang tergabung dalam FGSNI Sumenep usai melakukan audiensi di Kemenag Jatim. (Sutikno for Harianjatim.com)

Reporter : Junaidi

Sumenep – Harianjatim.com, Sejumlah guru swasta yang tergabung dalam Forum Guru Sertifikasi Non Inpassing (FGSNI) Kabupaten, Sumenep mendatangi Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur, Selasa, (09/11/2021).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan komitmen Kemenag Jatim dalam mengawal penerbitan Surat Keputusan (SK) Inpassing bagi guru sertifikasi. Mestinya versi mereka SK itu telah diterima tahun 2012 lalu, namun hingga tahun ini belum mendapat kabar kapan turunnya SK tersebut.

“Hingga saat ini SK itu belum kami terima,” kata Siti Munadhiroh, Ketua FGSNI Sumenep

Audiensi berlangsung akrab meski baru pertamakali melakukan audiensi. Mereka ditemui oleh Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Jataim M. Syamsuri, dan Kasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemenag Jatim Suprat.

Sesuai hasil keterangan yang didapat, Kemenag Jatim mengaku siap untuk memberikan surat rekomendasi kepada FGSNI Sumenep dalam rangka memperjuangkan agar SK Inpassing tahun 2012 diselesaikan tahun 2021.

Sebab, lanjut Munadhiroh dirinya menyadari penerbitan SK merupakan kewenangan Kemenag Pusat. “Tapi, prinsipnya Kemenag Jatim mengaku siap mensupport apa yang menjadi keinginan kami. Bahkan mendorong agar SK itu bisa diterbitkan tahun ini,” jelas dia.

Sutikno selaku Sekjen FGSNI mengaku terus memperjuangkan nasib mereka. Salah satu dampak belum turunnya SK itu, menyebakan terjadinya kesenjangan antara guru dibawah naungan Kemenag dengan guru dibawah naungan dinas lain.

Apalagi jika dilihat dari pengabdian yang dilakukan senjumlah guru, sudah selayaknya SK itu segera diterbitkan. Mereka sudah puluhan tahun mengabdi menjadi tenaga pendidik dibawah naungan Kemenag, namun sebagian hak mereka masih digantung.

“Kami FGSNI terus berjuang, ini demi memutus kesenjangan yang selama ini terjadi bagi guru, mereka sudah puluhan tahun mengabdikan diri di lembaga-lembaga swasta dibawah Kemenag,” tegas mantan aktivis Malang itu.

(Jd/Bed)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Free ad network. punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes.