Reporter : Yanto
Sampang – Harianjatim.com, Mahasiwa Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan, Sumenep melatih warga Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, Jawa Timur mendaur ulang limbah domestik atau sampah rumah tangga menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomis.
“Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas warga mengolah sampah rumah tangga agar memiliki nilia ekonomis,” kata salah satu mahasiwa IDIA Al-Amin Prenduan.
Pelatihan tersebut dilakukan oleh Mahasiswa IDIA kelompok 08 dalam Praktek Pemberdayaan Masyarakat (P2M). P2M merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan secara priodik oleh lembaga penelitian dan pengabdian masyrakat (LP2M) IDIA Prenduan, dimana kegiatan ini melibatkan Mahasiswa, Dosen, dan Masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas dan ketahanan masyarakat.
“Kegiatan ini dilaksanakan sepama dua bulan, sejak November-Desember 2021,” jelasnya.
Menurut dia, pelatihan tersebut dilakukan karena hasil survie di desa tempat pengabdian banyak sampah berserekan. Sehingga mengganggu terhadap keindahan desa dan berdampak pada pencemaran lingkungan.
Mahasiswa saat melakukan pelatihan bekerjasama dengan beberapa organisasi yang ada di Desa Dharma seperti Karang Taruna (KATAR) ANSOR, IPNU dan IPPNU.
Metode pelatihan, mahasiawa menggunakan metode anyaman dari plastik sampah dengan kreasi tangan. Salah satunya hasil kreasi dari sampah plastik berupa tas, dompet dan lain semacanya. Hasinya, bisa dijual dipasaran sehingga bisa membantu dalam membangkitkan perekonomian warga.
“Selain bernilai ekonomi, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan sampah-sampah plastik yang dibuang sembarangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Dharma Camplong Sampang, Nasrullah menyambut baik, dan mendukung atas program kerja yang dilakukan oleh peserta P2M IDIA Prenduan 2021.
“Kegiatan luar biasa, ibu-ibu dan anak muda sangat antusias mengikuti pelatihan ini,” kata dia.
Bahkan Nasrullah berencana memberikan bimbingan pada warga setempat. Sehingga sampah tidak lagi dibuang sembarangan, seperti dibuang ke laut yang menyebabkan terjadinya pemcemaran lingkungan.
“Kegiatan ini kami jadikan salah satu kegiatan tahunan Karang Taruna kedepam, bahkan akan kami jadika perlombaan hasta karya dengan daur ulang sampah,” tegas dia.
(*/Yn/Jd/Wait)


