Reporter : Yanto
Sunenep – Harianjatim.com, Mahasiwa Institut Sains Teknologi (IST) Annuqayah yang juga sebagai santri Lumbangsa Putri Guluk-guluk, Sumenep, Jawa Timur, Camelia Jannatun Nazilah meraih medali emas pada Olimpiade Sains Nasional bidang bahasa inggris tahun 2021.
Olimpiade Sains Nasional ini diselenggarakan oleh Global Youth Action. Global Youth Action sendiri merupakan organisasi pemuda internasional yang menciptakan kolaborasi antar gerakan pemuda di Indonesia dan di seluruh dunia. Lembaga itu sangat mendukung dan mengkampanyekan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Olimpiade kali ini para peserta berlomba untuk mengasah keterampilan, kecakapan, wawasan yang berhubungan dengan SDGs dalam bentuk bahasa inggris.
Perempuan kelahiran Bondowoso 09 Januari 2003 ini tampail sangat baik dibandingkan peserta lain. Sehingga Camelia Jannatun Nazilah berhasil meraih juara 1 dan berhak mendapat medali emas.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur, dan terimakasih kepada semuanya, terutama kedua orang tua dan para civitas akademik sehingga saya bisa juara,” kata Camelia.
Bagi mahasiwa semister III ini, menjadi pemenang merupakan tantangan tersendiri untuk lebih giat dalam belajar. Salain harus memberi contoh pada generasi berikutnya, juga menjadi tanggungjawab untuk bisa mempertahankan atas prestasi yang telah didapat itu.
“Disi lain memang menjadi tantangan bagi saya, dimana kedepannya bisa saja saya dihadapkan dengan orang-orang yang lebih hebat lagi dari rival-rival saya hari ini,” ungkap mahasiwi jurusan Teknologi Informasi itu.
Sehingga lanjut Camelia, kedepan dirinya harus lebih giat lagi dalam belajar agar lebih baik dari pada hari ini (much better progress).
“Saya harap bisa memotivasi para young generations untuk tidak stay calm aja di masa pandemi ini, perlu mereka ketahui banyak kesempatan yang menanti,” jelas wanita yang tercatat sebagai santri PP Annuqayah Lubangsa Putri itu.
Meski Camelia menyadari tidak semua upaya yang dijalani akan membuah hasil sesuai yang diharapkan. Namun, bagi dia selagi ada waktu untuk berjuang akan terus dilakukan demi masa depan yang lebih baik. “Karena harapan yang terus tumbuh akan menjauhkan kita dari rasa putus asa,” urainya.
Hal itu lanjut wanita berparas cantik itu disadari atau tidak kehidupan tidak selamanya berjalan lurus, baginya kehidupan bagaikan roda yang berputar.
Sehingga bagi Camelia baik dan tidaknya menjalani kehidupan ini tergantung bagaimana cara diri kita menanggapinya, apakah akan berhenti berharap setelah berhasil atau terus berharap demi masa depan yang lebih baik.
Bagi seorang kesatria kata Camelia tidak akan pernah merasa cukup mesmi diselimuti seribu kemenangan atau keberhasilan, karena seorang kesatria selalu memiliki jiwa yang tenang, dan jiwa yang tenang tidak akan merasakan kemenangan sebelum sampai pada kemenangan yang haki-haki (A winner is never quite, and a quiter never win).
“Jangan putus harapan, bila matahari tenggelam, akan muncul bintang-bintang malam” pesan wanita yang bari pindah tinggal di Desa Billapora Barat, Ganding, Sumenep itu.
Baca Juga :
- Dosen Kedokteran Veteran Jakarta Ingatkan Hak-Hak Reproduksi dalam Penyuluhan di LKSA Malang
- BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Sekda Prosedural
- Satuan Menwa 891 Wirasantri Sukses Amankan Agenda Besar PPNJ Probolinggo
- Seruan Gereja Untuk Selesaikan Konflik Papua: Konsisten Suarakan Dialog Pemerintah dan UKMWP
- Gotong Royong Bangun Desa, Warga Montorna Perbaiki Jalan dengan Swadaya
(Yt/Jd)


