Reporter : Masrul
Sumenep – Harianjatim.com, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 melalui Zoom Meeting dari Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurur Rahmah, Dusun Batu Jaran, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Kamis, (23/12/2021).
“Alhamdulillah vaksinasi berjalan lancar, dan pelaksanaannya dipantau langsung oleh Bapak Kapolri melalui Zoom Meeting dari Bogor,” kata AKP A Supriyadi, Kapolsek Prenduan.
Menurutnya, Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya bersama Forpimda Kabupaten Sumenep juga melakukan peninjauan secara langsung di lokasi vaksinasi.
“Siswa dan masyarakat sekitar sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi tadi,” jelasnya.
Supriyadi mengimbau masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi untuk segera bervaksin. Hal itu penting sebagai bentuk perlawanam tubuh terhadap Virus Corona.
“Kami harap masyarakat segera bervaksin, itu untuk mendukung pemerintah terciptanya Herd immunity,” pesannya.
Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, kegiatan vaksinasi massal hari ini Polres Sumenep dilaksanakan di empat lokasi, termasuk di Pondok Pesantren Nurur Rahmah, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep.
“Total warga capaian vaksinasi sebanyak 2.376,” kata Widi.
Widi merinci, cakupan vaksinasi di Pondok Pesantren Nurur Rahmah sebanyak 573 orang, Poliklinik Polres Sumenep 812 orang, Kecanatan Bluto 576 orang dan Kecamatan Kota sebanyak 415 orang.
Pelaksanaan vaksinasi kali ini kata Widi melibatkan 110 tenaga vaksinator, dengan perincian Pondok Pesantren Nurur Rahmah 25 orang, Poliklinik Polres Sumenep 8 orang, Kecamatan Bluto 25 orang dan Kecamatan Kota Sumenep 52 tenaga vaksinator.
Artikel Terbaru :
- Kekerasan Militer: Wajah Buruk Negara di Papua
- Nakhodai AMDATARA, Karyanto Wibowo Siap Bawa Kemajuan bagi Industri AMDK
- Tebar Manfaat di Usia ke-77, Puluhan Anak dan Lansia Serbu Bakti Sosial Kesehatan Klinik Az-Zainiyah
- Korlantas Mulai Terapkan ETLE Awasi Pelanggaran Lalu Lintas
- Kritik Perbup Busana Budaya Keraton, Budayawan: Martabat Sejarah dan Kebudayaan tidak Bisa Dipaksakan
(*/Rul/Red)


