Kinerja realisasi investasi periode tahun 2021, juga tumbuh sebesar 1,5 persen yakni Rp 79,5 trilliun yang terdiri dari. Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 27 trilliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 52,5 trilliun.
“Realisasi investasi Jatim mengalami peningkatan yang sangat signifikan, bahkan realisasi investasi Jatim pada tahun 2021 tertinggi dalam rentang waktu 5 tahun terakhir,” paparnya.
Gubernur juga menjabarkan mengenai realisasi capaian 11 indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2021 meliputi IKU Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Theil, Presentase Penduduk Miskin, Indeks Gini, Indeks Pembangunan Gender, Indeks Pembangunan Manusia, Presentase Tingkat Pengangguran Terbuka. Juga, Indeks reformasi birokrasi, indeks kesalehan sosial, indeks kualitas lingkungan hidup dan indeks resiko bencana.
Mengenai realisasi capaian IKU pertumbuhan PDRB atau laju pertumbuhan ekonomi Jatim pada tahun 2021 mampu melesat dan bangkit dari guncangan ekonomi di tahun sebelumnya. Kebangkitan dan pemulihan ekonomi pada tahun 2021, tergambar dari ekonomi Jatim yang berhasil tumbuh 3,57 persen setelah terkontraksi 2,33 persen di tahun 2020.
Sehubungan, dengan tingkat ketimpangan wilayah di Jatim pada tahun 2021 dimana alat ukurnya menggunakan Nilai Indeks Theil. Ketimpangan di Jatim tergolong rendah yakni dibawah 0,4 di tahun 2020, akan tetapi tahun 2021 Indeks Theil Prov. Jatim mampu tumbuh sebesar 0,312.
“Kondisi ini menunjukkan bergeliatnya perekonomian di 2021 terutama pada wilayah perkotaan sehingga wilayah atau kabupaten/kota yang menjadi sumber pertumbuhan di Jatim tumbuh diatas provinsi. Kota Surabaya dengan kontribusi jasa dan perdagangannya, Kota Kediri dengan produk industrinya merupakan penyumbang perekonomian terbesar di Jatim telah tumbuh cepat untuk recovery pasca hantaman Covid-19,” tegasnya.


