HMI Masa Dulu dan Masa Kini

  • Bagikan

Ada seorang mahasiswa bertanya kepada saya. Apa bedanya HMI masa dulu dan masa kini. Pertanyaan ini muncul saat akan ada aksi 11 April 2022. Saya pun balik bertanya kepada dia. Mengapa anda bertanya hal ini?. Dia menjawab. Saya melihat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dulu dengan HMI saat ini sangat berbeda. Saya lanjut bertanya. Perbedannya di mana?. Dia pun menjawab, HMI dulu sangat kritis, berani, dan tidak sedikit yang masuk penjara gara-gara menyuarakan pendapatnya dalam membela kepentingan masyarakat banyak. Lo… HMI saat ini juga demikian. Banyak anak-anak HMI yang turun jalan untuk menyuarakan pendapatnya dalam membela masyarakat, mengontrol jalannya demokrasi, dan mengontrol kebijakan publik. Kalau begitu, berarti HMI tetap HMI yang berdiri tegak menyuarakan kebenaran, dan menyuarakan kepentingan rakyat, kata dia. Saya menjawab dengan ulasan yang begitu panjang, diantara jawaban saya adalah; Pertama; HMI lahir dari rahim seorang akademisi yang gelisah melihat ketimpangan dan ketidak adilan. Kedua; HMI keberadaanya ingin menjaga islam dan ajarannya, agar tetap berada di jalan yang di ridhoi Allah SWT. Ketiga; HMI di dirikan oleh anak Indonesia yang ingin menjaga kedalautan bangsa dari segala bentuk penjajahan. Dan banyakl lagi jawaban yang saya berikan kepada dia.

Saudara. Tidak ada pergeseran sedikit pun dari tujuan organisasi HMI apapun yang di alaminya. Hingga langit runtuh pun HMI tetap merupakan organisasi yang akan terus berada di garis kebenaran, dan akan bersuara lantang lantang pada para pemerkosa keadilan, dan atau bertindak biadab pada negeri ini. Sebagai organisasi yang terus melahirkan insan akademi, pengabdi dan pencipta. HMI tidak akan rela merusak cita-cita luhurnya itu, hanya dengan embel-embel kekuasaan yang bersifat sesaat. Adalah Lafran Pane mengajarkan sikap itu, dengan kecerdasan, ketangkasan dan keberaniannya. Beliau tidak hanya berani tapi juga berilmu dan memiliki wawasan yang luas tentang keislaman dan keindonesiaan.

Saudara. Anda bertanya demikian, karena anda mungkin mendengar bahwa HMI haus dengan kekuasaan. Melihat banyaknya mantan aktivis HMI yang menjadi pejabat di negeri ini. HMI itu tidak bangga mempunyai banyak kader menjadi ini dan itu. Tapi tidak mampu membawa dan melaksanakan cita-cita luhur HMI. Jika pun ada kadernya yang berbuat prlaku yang menyimpang, dan merusak atau menyakiti hati rakyat maka ini sudah keluar dari jalan yang di bangun oleh HMI.

Saudara. HMI dulu dan HMI sekarang tidak ada perbedaan. Orangnya boleh berbeda. Tapi semangat dan cita-cita HMI tidak akan luntur hingga kapanpun dan dimana pun. Mungkin tidak ada bedanya dengan organisasi-organisasi mahasiswa yang lain.

Saudara. Melihat orang-orang HMI itu tidak hanya pada mereka yang memilih jalur menjadi politisi. Tapi juga lihatlah mereka yang berada di jalur akademik, pengusaha, menjadi pengasuh pesantren, pedagang, petani, dan bahkan tukang ojek seklipun. Sebab, HMI mencetak manusianya untuk menjadi manusia yang merdeka dan mengabdi tanpa melihat dan memilih pekerjaan. Apapun pekerjaannya yang penting bisa mengabdi pada agama, bangsa dan negara.

Kalau begitu, berarti saya tidak salah masuk HMI,’ kembali ia bertanya.

Tidak ada yang salah dengan pilihan. Yang salah itu kalau kita tidak memilih dan tidak berbuat. Teruslah berogranisasi di mana saja. Organisasi itu bukan tujuan tapi proses.

Ditulis Oleh | Ponirin Mika | Dewan Pakar Forum Pemuda dan Mahasiwa Gelaman, Arjasa, Kangean, Sumenep 2014 – 2022.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
kontakt proffound fistival. Contains custom information set by the web developer via the _setcustomvar method in google analytics. Bienvenido a la sección dedicada a cayo santa maria :.