Reporter: Ahmad Fauzi
Bojonegoro –harianjatim.com, Sejak terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di tahun 2017, Tuzi’ah (28) warga desa Bendo kecamatan Kapas Bojonegoro telah merasakan banyak manfaat menjadi peserta. Tanpa keberatan ia berbagi pengalamannya ketika menjadi pemohon dalam pembuatan sertifikat balik nama jual-beli tanah di kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro.
Terdaftar sebagai peserta, Zi’ah, sapaan akrabnya, dapat menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan status kepesertaan aktif ketika petugas loket kantor Pertanahanan mensyaratkan pengurusan sertifikat sebagai implementasi Inpres Nomor 1 Tahun 2022.
“Oleh petugas di loket kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro, saya diminta untuk menyertakan kartu JKN-KIS. Alhamdulillah tidak pernah menunggak membayar iuran dan selalu ada di dalam saku, jadi ya cepat tidak ada kendala,” kata Zi’ah.
Zi’ah memahami betul bahwa Program JKN-KIS memiliki banyak manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Dengan hadirnya Inpres Nomor 1 Tahun 2022, Zi’ah yakin akan semakin banyak masyarakat yang mendaftarkan diri dan keluarganya kedalam program JKN-KIS.
“Tidak ada ruginya jika kita segera mempunyai kartu JKN-KIS. Sehat itu memang murah, namun akan mahal ketika berubah menjadi sakit, dan saya tidak mau merepotkan keluarga manakala terjadi sakit mengingat semakin lama biaya pengobatan semakin mahal tanpa memiliki jaminan kesehatan,” terang Zi’ah.
Atas dasar pengalamannya di kantor Pertanahan tersebut, Zi’ah dapat mengulurkan tanah ketika kerabatnya membutuhkan bantuan. Zi’ah menuturkan salah seorang tetangganya juga berstatus sebagai pemohon di kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro. Zi’ah menjelaskan kepada tetangganya tersebut bahwa kepesertaan JKN-KIS aktif saat ini telah menjadi salah satu persyaratan dalam pengurusan peralihan tanah. Ia mengedukasi tetangganya tersebut untuk mengaktifkan kembali kepesertaan JKN-KISnya yang non aktif karena memiliki tunggakan iuran.
“Namanya orang desa ini maunya kan beres ya dan masih awam apabila membayar di bank. Jadi saya bantu informasi untuk membayar iuran di alfamart agar aktif kembali kepesertaannya. Alhamdulillah lancar juga,“ tambah Zi’ah.
Zi’ah berharap Program JKN-KIS dapat terus berlangsung sehingga dapat memberikan jaminan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terlebih untuk masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Tak lupa Zi’ah juga mengapresiasi upaya BPJS Kesehatan dalam memberikan informasi dan kemudahan layanan bagi seluruh pesertanya.
“Alhamdulillah yang saya dengar, di Kabupaten Bojonegoro hampir semuanya terlayani kesehatannya oleh JKN-KIS. Semoga warga yang belum terdaftar, dalam waktu dekat ada pendataan lagi sehingga dapat terjamin layanan kesehatannya dalam program ini. Terima kasih banyak BPJS Kesehatan, jangan lupa sering diadakan sosialisasi agar masyarakat semakin paham, khususnya bagi yang didesa,“ tutup Zi’ah.
(af/ru)


