Reporter: Ahmad Fauzi
“Awalnya saya tidak paham tentang antrean online, namun petugas di FKTP menjelaskan tentang kemudahan yang di berikan untuk peserta JKN agar tidak berlama-lama menunggu dan akhirnya saya bisa menjalankannya. Tentunya saya sangat senang dan tidak antre lagi,” terang Erni.
Sebelum datang ke FKTP, Erni telah mendaftar melalui smartphone nya. Hal ini ia lakukan agar saat tiba di FKTP, ia tinggal menunjukkan bukti pendaftaran ke petugas administrasi dari telepon genggamnya.
“Petugas administrasi di FKTP juga cekatan dan sudah mahir untuk melihat kebenaran pendaftaran yang saya lakukan melalui antrean online. Setelah ada nama saya, kemudian saya dipersilahkan masuk sesuai urutan ke ruangan periksa dokter. lebih cepat lebih baik agar saya tidak menunggu lama,” tutur Erni.
Wanita asal desa Campurejo ini mengaku tidak memanfaatkan layanan JKN dengan pengobatan berbiaya mahal saja, namun saat sakit ringan seperti batuk dan flu. Selain itu, dirinya juga tak pernah sekalipun berobat dengan membayar sendiri.
“Sebenarnya banyak sekali yang menawarkan kemudahan saat berobat tanpa menggunakan layanan JKN, tapi saya tidak mau menyalahi dosis yang sudah saya konsumsi setiap bulannya. Untuk itu saya tetap berhati-hati bahwa obat murah yang kata orang begitu bukan berarti tidak bermutu,” cerita Erni.
Terakhir, Erni berharap bagi peserta JKN yang sudah pensiunan khususnya, diberikan kemudahan layanan, mengingat jika sudah lanjut usia keterbatasan itu pasti ada.
“Semoga BPJS Kesehatan semakin terdepan dan ramah dalam melayani pesertanya, sabar menjelaskan info terbaru, dan semakin banyak kegiatan positif khususnya bagi lansia. Terima kasih BPJS Kesehatan,” tutup Erni. (ru)


