Reporter: Ahmad Fauzi
Bojonegoro,harianjatim.com– Terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) sejak tahun 2012, membuat Siti Muslina tidak merasa cemas tatkala sakit menghampiri. Wanita yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Gading Tambakrejo Bojonegoro ini mencertiakan pengalamannya saat buah hati tersayangnya menjalani operasi Usus Buntu (Appendix).
“Gejala yang dirasakan saat itu adalah muntah, diare dan nyeri perut sebelah kanan dan setiap kali minum pasti muntah. Lalu kami bawa ke klinik terdaftar dan dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya anak kami dirujuk ke RS Aisyiyah Bojonegoro,” jelas Muslina, sapaan akrabnya.
Diagnosa dokter mengatakan, Ken, anak Muslina terdiagnosa radang usus buntu dan harus dilakukan tindakan operasi. Radang usus buntu adalah gangguan pencernaan berupa peradangan pada appendix (usus buntu).
“Saat itu usia anak saya baru berjalan 6 tahun. Awalnya tidak tega jika dilakukan operasi, namun akhirnya sesuai saran dokter saya setuju untuk dilakukan tindakan operasi. Dengan berbekal latar belakang analis kesehatan, jadi ya sedikit saya mengerti,” terangnya.
Dari proses perawatan, operasi hingga pemulihan jika dihitung kembali, biaya yang mungkin harus Muslina keluarkan sekitar 7,3 juta rupiah. Tentunya bagi Muslina biaya tersebut cukup besar dan sangat memberatkan dirinya.
“Tapi saya hanya membayar nol rupiah alias gratis karena telah dijamin oleh Program JKN. Kami sekelurga merasa bersyukur sudah sejak awal terdaftar menjadi peserta JKN. Walaupun dulunya terdaftar sebagai peserta mandiri dan beralih ke PPU itu sudah sangat meringankan kami terutama dalam membayar iuran setiap bulannya,” tutur Muslina.
Muslina berharap, layanan Program JKN ini dapat lebih ditingkatkan, mengurangi proses administrasi di rumah sakit agar peserta cepat tertangani. Dan harapannya agar seluruh masyarakat Bojonegoro dapat tercover layanan kesehatannya melalui Program JKN.
“Setahu saya di Bojonegoro kurang sedkit saja prosentasenya yang belum di terdaftar menjadi peserta JKN. Dan alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sangat serius memberikan jaminan layanan kesehatan untuk warganya. Sehingga bagi yang tidak mampu maka bisa langsung dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai wujud kepedulian pada warganya dan menjalankan program mulia dari pemerintah. Saya bersyukur sekali,” tutup Muslina.
(af/ru)


