Reporter : Ahmad Fauzi
Tuban-harianjatim.com.Tri Astuti serap aspirasi dalam kegiatan reses yang di laksanakan bulan juli dan agustus. dalam reses kali ini masalah yang selalu muncul adalah terkait keberadaan pupuk bersubsidi yang kian sulit di dapat utamanya TS dan ZA yg di butuhkan petani , BPJS mandiri yang bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi keluhan karena harus rutin membayar premi bulanan dalam satu KK dan bansos yang masih saja di rasa belum tepat sasaran ,artinya bahwa perbaikan data kemiskinan harus terus dilakukan pembenahan dengan melakukan verifikasi faktual dengan melihat secara langsung kondisi di lapangan tentunya kerjasama dengan pemerintahan desa harus terus ditingkatkan.
Pembangunan saluran air di desa kedungrojo kec plumpang termasuk sodetan sungai lokasi di mojombunut desa ngadirejo di butuhkan karena sangat berdampak pada pertanian di kedungsoko karena luapan air di musim hujan.
Sementara itu di Reses yang dilaksanakan Di karang agung palang astuti mendapat keluhan masyarakat nelayan dengan tingginya biaya melaut dan cuaca mengakibatkan hasil tangkapan ikan menurun untuk itu masyarakat nelayan inginkan program pemberdayaan yang mana nelayan bukan hanya berpendapatan dari hasil tangkapan ikan namun lebih pada program pemberdayaan yang bisa meningkatkan penghasilan misalkan modal koprasi,pelatihan pengolahan ikan , dan bantuan lainnya.

Masukan dari kalangan pemuda juga cukup baik ,dalam upaya mengurangi tingkat kenakalan remaja diharapkan pembinaan olah raga di tiap desa ditingkatkan dengan pemberian sarana dan prasarana yang memadai ,kerjasama antara pemerintah desa, organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan.
Dalam hal pendidikan PPDB beberapa tahun terakhir ini di jenjang SD minim siswa akibatnya banyak SD yang dimerger.
Dalam kesempatan Reses ini Kades Kedungsoko M Rifa’ i Menuturkan Dengan dimergernya SD contoh SDN 2 Bandungrowo dan SDN 1 sisir dengan jarak 2,5 km ini memberatkan ortu dan siswa, harapan mereka bahwa walaupun secara administrasi di merger namun pelaksanaan belajar mengajar tetap di sekolah asal
Menanggapi Hal Tersebut Astuti menyampaikan bahwa Dinas pendidikan Kab Tuban harus melakukan analisis antara calon siswa lulusan TK-B,,RA-B dengan keberadaan SD/MI yang ada di wilayah tersebut dengan mempertimbangkan letak geografis dan demografinya
Ia juga menambahkan bahwa Pendataan awal anak usia 6-7 tahun (TK ,RA ) untuk memastikan sudah terdaftar masuk SD/MI
“Kasek dan guru SDN bekerjasama dengan Pemerintah Desa agar anak dari keluarga tidak mampu atau Anak Berkebutuhan Khusus di masukan dalam data PIP dan program pendampingan bagi ABK dengan ketersediaan Guru Pendamping Khusus bagi ABK” Pungkas Wanita yang Juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD kabupaten Tuban
( af)



