Reporter: Ahmad Fauzi
Tuban-harianjatim.com.Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Tuban menyelenggarakan kegiatan Temu Pendidik Nusantara 9 di MTsN 1 Tuban. Acara ini diselenggarakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (6-7/08/2022) yang dilaksanakan secara hybrid, yaitu daring dan luring, dengan jumlah peserta sekitar 200 orang.
TPN ke 9 ini mengusung tema besar yakni Kurikulum Yang Memberdayakan Konteks. Ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia dan Tuban termasuk satu di antara 50 kabupaten/kota yang terpilih sebagai tuan rumah. TPN 9 dikemas dalam bentuk konferensi pendidikan yang melibatkan kepala sekolah, guru, praktisi, bahkan murid untuk belajar dan berbagi praktik baik terkait pembelajaran atau manajemen sekolah.
Dalam sambutannya, Ketua KGBN Tuban, Eva Septiana Rahayu, menceritakan sedikit asalusul berdirinya KGBN Tuban.
“KGBN lahir berangkat dari kebutuhan bersama, agar guru terus mau bergerak untuk memahami kebutuhan belajar murid. Karena guru yang baik adalah guru yang secara sadar terus belajar,” jelas guru enerjik dari Grabagan itu.
Pada kesempatan ini, Kepala MTsN 1 Tuban, Ali Maghfur, mengucapkan terima kasih kepada KGBN Tuban atas kepercayaannya menjadikan Madrasah yang dipimpinnya sebagai tuan rumah kegiatan TPN tahun ini.

“Kita sebagai guru harus terus bergerak dan belajar demi kemajuan murid di masa mendatang. Jadikan murid aktif, kreatif, kritis sehingga tahan tantangan perkembangan dunia,” pesannya kalem tapi mantab.
Dalam kegiatan ini Turut hadir sebagai keynote speaker, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Abdul Rahmat, sekaligus mewakili Bupati Tuban menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi KGBN Tuban yang terus bergerak dalam memberdayakan dan meningkatkan kompetensi guru-guru di Tuban.
“Saya harap dalam mengajar, guru tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi juga melatihkan kompetensi. Guru juga harus terus belajar bukan hanya untuk memenuhi tuntutan kurikulum saja, tetapi juga bentuk perwujudan jatidiri telah memilih profesi menjadi guru,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Tuban ini.
Selanjutnya ia juga mengatakan, Guru tidak boleh alergi terhadap setiap perubahan, termasuk dengan hadirnya kurikulum baru merdeka belajar. Guru diharapkan mengubah mindset lama ke paradigma baru, terus memperbaiki proses pembelajaran agar selalu berpihak pada murid, menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, menghapuskan diskriminasi, demi terwujudnya profil pelajar Pancasila. (af/Susi)


