RSUDMA Jadi Rumah Sakit Pertama Terima Pasien TB-RO di Madura

  • Bagikan
Kasi Humas RSUD Dr H.Moh. Anwar Sumenep, Arman Endika Putra saat memperlihatkan spice pasien TB RO. (Foto : Junaidi/Red).

Reporter : Junaidi

Sumenep-harianjatim.com. Rumah Sakit Umim Dr. Moh. Anwar Sumenep menjadi satu-satunya rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk menata laksanakan pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO).

Saat ini rumah sakit milik pemerintah daerah itu telah memiliki tempat rawat pasien TB-RO. Sebab, pasien dengan resisten obat ini, selain harus mendapat perawatan khusus, juga harus memiliki tempat khusus saat proses penyembuhan.

“Beberapa waktu lalu kami (RSUDMA) menerima pasien TB RO dari Rumah Sakit Paru Pamekasan untuk ditatalaksana secara mandiri di Sumenep,” kata Arman Endika Putra, Kasi Humas RSUD Dr H.Moh. Anwar Sumenep, pada media ini.

Khusus di Madura kata Arman baru RSUDMA yang memililiki fasilitas dan bisa menerima pasien TB RO, selain rumah sakit Paru di Pamekasan. Sebab, rumah sakit paru merupakan rumah sakit kekhususan yang juga telah memiliki fasilitas tersebut.

“Di Jawa Timur baru 18 rumah sakit, InsyaAllah Sumenep (RSUDMA) termasuk yang 18 ini,” ungkap dia.

Menurut Arman, RSUDMA masih memilili dua spice untuk perawatan pasien TB RO. Lokasinya berada di ruangan terbuka dan tempatnya didesain seperti gazebo. Tempat tersebut dipakai saat pasien TB RO ingin mengkonsumi obat dan edukasi oleh perawat yang menangani. Apabila, telah selesai, bagi pasein yang menjalani rawat inap dikembalikan ke ruang inap yang disediakan.

Meski hanya dua spice, tempat tersebut dinilai cukup untuk menatalaksanakan pengobatan pasien TB RO. “Kenapa didesain terbuka?, karena pasien TB RO ini harus mendapat sinar matahari langsung, dan tidak bisa diobati didalam ruangam ber AC, jika ada didalam ruangan tidak kuat,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Arman mengimbau bagi masyarakat atau pengunjung rumah sakit untuk tidak memakai tempat pasien TB RO sebagai tempat bersantai atau tempat menunggu pasien. Karena dikhawatirkan akan tertular penyakit yang sama. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis itu bisa menular dari pasien kepada masyarakat dan juga melalui perawat.

Apalagi sambung Arman, tempat khusus TB RO itu sengaja tidak diberi tulisan seperti kamar rawat inap lain. Karena dikhawatirkan akan membuat trauma bagi pasien yang sedang menjalani proses penyembuhan. Untuk itu kedepan kata dia, tempat tersebut aka diberi pagar meski tempat serupa di luar Madura didesain tanpa pagar.

“Memang enak kalau dijadikan tempat ngopi atau santai, tapi itu jangan. Karena sangat berbahaya,” tegas pria low profile itu.

Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) adalah kondisi dimana bakteri Mycobacterium Tuberculosis kebal terhadap obat TB lini 1, akibatnya pasien yang mengalami TB RO harus melakukan kombinasi obat dan pengobatan lebih lama.

Baca Juga : Pasien RSUDMA Juga Bisa Ambil Cuti Hari Raya Idul Fitri 2022

(Jd/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes.