Reporter: Ahmad Fauzi
Tuban-harianjatim.com.Salah satu sasaran strategis yang ingin dicapai Kementerian Agama adalah meningkatnya kompetensi sumber daya manusia yang andal, profesional, saleh, moderat, cerdas, dan unggul. Pusdiklat Kemenag RI Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat mengupayakan hal tersebut melalui pelatihan-pelatihan yang dirancang tepat guna dan tepat sasaran. Target pelatihan tidak hanya sebatas output yang sifatnya kuantitatif, melainkan juga alumni pelatihan diharapkan memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja yang berpengaruh terhadap hasil (outcome).
Dihadiri oleh seluruh Kepala Satker (Satuan Kerja) dan Kasi Penma (Kepala Seksi Pendidikan Madrasah), Pusdiklat Kemenag RI melakukan pendampingan Inovasi Madrasah di MIN 2 Tuban, Kamis (1/9/2022). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan alumni pelatihan mampu melakukan program inovasi yang sesuai dengan kebutuhan madrasahnya. Madrasah juga memiliki keunggulan tertentu yang berbeda dengan madrasah lainnya.
Wahyudi selaku perwakilan dari Pusdiklat Kemenag RI yang melakukan pendampingan dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Selain itu beliau juga menyampaikan target pelatihan tidak hanya sebatas output yang sifatnya kuantitatif, melainkan juga alumni pelatihan diharapkan memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja yang berpengaruh terhadap hasil (outcome).
“Dengan adanya kunjungan ini kami ingin melihat tindak lanjut hasil dari pelatihan dan bimbingan di Surabaya kemarin pada 18-23 April 2022, dalam hal ini siswa harus terlibat dalam rangka perbaikan mutu pembelajaran, apakah dampaknya kepada pelajaran lebih baik atau tidak, khususnya dalam satuan kerja,” ujarnya.

Wahyudi dan safredi dalam kunjungannya terlihat antusisas dengan inovasi yang coba dikembangkan oleh MIN 2 Tuban yakni Madrasah Literasi. Selanjutnya, Wahyudi berpesan agar seluruh peserta terus berkarya mewujudkan ide-ide cemerlang untuk dikembangkan. Segala keterbatasan tidak menjadi penghalang “Inovasi Madrasah bukan hanya tanggungjawab Kepala Madrasah ataupun sebagian kecil warga madrasah saja, akan tetapi menjadi tanggungjawab bagi seluruh warga madrasah,” imbuhnya.
Didampingi Kasi Penma, Umi Kulsum menyampaikan masukan agar hasil proyek prakarya siswa dapat dipamerkan Ketika Expo baik di tingkat Kabupaten sehingga dapat menonjolkan keunggulan Madrasah. “Penggunaan produk seperti daur ulang bahan bekas bisa menjadi kelebihan nilai suatu produk , maka perlu disusun design project, untuk kemudian ditampilkan dalam ekspo tingkat Kabupaten” ungkapnya.
JFU Kanwil Jawa Timur, Yunus memberikan evaluasi terkait tindak lanjut MIN 2 Tuban sebagai madrasah inovasi.
“MIN 2Tuban Sudah memadai untuk membuat branding madrasah literasi, namun pojok buku perlu ditambah buku bacaan lagi, dan pendampingan akan bisa meningkatkan dlm prestasi untuk mewujudkan madrasah literasi yang akan diwujudkan MIN Tuban.
Kegiatan diakhiri dengan pemaparan hasil kerja inovasi madrasah dalam bidang literasi yang disampaikan oleh Ajib Isna Budi, selaku alumni peserta pelatihan.
( af/an)



