Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com – Wakil Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyebut Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur adalah pesantren yang tepat untuk menguatkan 4 pilar kebangsaan dalam rangka perbaikan Indonesia.
Empat pilar bangsa tidak boleh jatuh pada tangan yang tidak tepat. Jika jatuh pada tangan yang tepat maka akan mampu membawa Indonesia lebih maju. Ungkapan tersebut disampaikan saat ia mensosialisasikan empat pilar MPR RI. Sabtu (03/09/22) di Aula KH Zaini Mun’im Pesantren Nurul Jadid.
Selanjutnya, Muzanni menegaskan bahwa tidak lagi bisa di sebut Indonesia kalua empat pilar kebangsaan kurang satu saja apalagi kurang dua. Ia sempat juga menyinggung tentang posisi dan peran Negara Indonesia dalam panggung dunia salah satunya soal organisasi G20.
Kata dia, Group of Twenty (G20) merupakan sebuah forum penting kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa. Indonesia dengan bargaining power-nya memiliki peran strategis dalam perkembangan ekonomi dunia sebagai negara dengan pasar perekonomian terbesar di Asia Tenggara.
“Kita perlu untuk menyiapkan masyarakat Indonesia memiliki keterampilan dan keilmuan yang kompetitif,” jelasnya.
Dihadapan ratusan peserta sosialisasi yang terdiri dari unsur civitas akademika, pimpinan pesantren, mahasiswa Unuja dan tokoh masyarakat dan pimpinan daerah luar Probolinggo Ahmad Muzanni menyampaikan pesan presiden republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo semua pimpinan terus mendorong anak muda untuk kreatif terutama dalam teknologi digital dan memanfaatkannya.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi melalui digital marketing itu salah satu cara menyambut Indonesia emas menjadi Negara Maju 2045.
“Pesantren merupakan langkah tepat untuk memajukan dan menguatkan Indonesia. Sebab santri adalah orang yang berilmu dan berakhlaq sehingga sangat tepat membawa Indonesia kearah lebih baik. Itulah pentingnya empat pilar kebangsaan harus diimplementasikan secara utuh,” tuturnya.
Ia menambahkan, peran empat pilar kebangsaan dalam kewarganegaraan global (global citizenship) adalah untuk meneguhkan pribadi bangsa kita agar tidak tercerabut dari nilai dan prinsip dalam berbangsa dan bernegara di era globalisasi.
Rektor Universitan Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid menyambut kedatangan Wakil MPR RI ini. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Muzani yang berkenan hadir untuk memberikan empat pilar kebangsaan kepada warga Universitas Nurul Jadid dan Pesantren Nurul Jadid,” kata Kiai Hamid yang juga Kepala Pesantren Pondok Pesantren Nurul Jadid ini.


