Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com – Nahdhatul Ulama telah menjadi perhatian dunia. Ini Ungkapan KH Abdul Hakim Mahfudz Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, karena NU selalu menampilkan Islam ramah kepada siapapun.
“Peperangan karena perbedaan paham telah menghantui masyarakat saat ini. Dakwah Islam yang tidak ramah menyebabkan ketersinggungan satu sama lain,” katanya.
Menurutnya, negara-negara Eropa banyak memperhatikan organisasi NU. Sebab menurut Gus Kikin panggilan akrabnya, NU dengan santainya bisa saling berkunjung satu dengan yang lain meskipun beda paham dan agama.
“Kemarin ada 15 orang datang ziarah ke makam Gusdur. Tapi sebelumnya berkunjung ke kediaman saya. Mereka semua adalah orang yang bukan beragama Islam,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, itu semua tak lepas dari perjuangan KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur). Gusdur itu di terima oleh banyak kalangan tidak hanya oleh orang Islam saja. Namun di terima oleh orang yang tidak seagama pula.
“Perjuangan Gusdur itu adalah melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari,” katanya.
Bahkan Gus Kikin menceritakan sejarah perjuangan Kiai Hasyim, beliau mengungkapkan, dulu Kiai Hasyim Asy’ari menjadi ketua Majelis Islam a’la Indonesia pada tahun 1937.
“Waktu beliau jadi pimpinan di MIAI ini terjadi persatuan umat Islam yang sangat kuat sehingga barakahnya mengantarkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” ungkap Kiai dan seorang pengusaha sukses ini.
Jam’iyyah (perkumpulan) itu menjadi sebuah kekuatan yang tak tertandingi. Ini sungguh sangat terbukti. NU telah menjadi perbincangan masyarakat dunia tentang fikroh dan harokahnya.
“NU di datangi tokoh-tokoh dunia. Mereka ingin belajar. NU mampu menjaga hubungan persaudaraan dan persatuan dengan perkumpulan. Mari kita terus menyebarkan Islam Wasathiyah ” tegasnya.
Hal itu disampaikan Gus Kikin saat menerima kunjungan dari K. Umar Hosnol Pengasuh Pesantren Anwarul Hidayah, Gambu-Gambu Kepulauan Kangean bersama rombongan. Rabu (21/09/22) di Kediaman Gus Kikin Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.


