Reporter : Junaidi
Sumenep-harianjatim.com. Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menganggarkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp.1 miliar untuk angkutan kapal laut menuju kepulauan setempat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Sumenep Mohammad Jakfar mengatakan, pemberian subsidi itu diberikan untuk meringankan masyarakat ditengah naiknya harga BBM.
“Kami anggarkan Rp1 miliar untuk subsidi jasa, itu untuk tiket penumpang kapal DBS 3 (Dharma Bakti Sumekar tiga) dan barang,” kata Jakfar.
Kapal Motor Perintis Dharma Bahari Sumekar (DBS) III salah satu kapal yang melayani transportasi laut menuju kepulauan Sumenep. Seperti trayek dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kamgean, Sapeken dan sebaliknya.
Kapal tersebut dikelola oleh PT Sumekar selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemerintah kabupaten berlambangkan kuda terbang ini.
Dipilihnya kapal DBS III itu, selama ini belum mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sehingga harga tiket dari pelabuhan Kalianget menuju Pulau Sapeken lumayan mahal.
“Kalau seperti (kapal perintis) Sabuk Nusantara, Tol Laut itu sudah disubsidi oleh Pemerintah Pusat (Kementrian Perhubungan),” jelas Jakfar.
Selain itu kata dia, anggaran tersebut diperuntukkan bagi trayek Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Talango. “Itu juga dapat subsidi juga nanti,” ungkap dia.
Sementara bagi pelaku transportasi yang menggunakan perahu dari pelabuhan Kalianget-Pulau Poteran kata dia nantinya akan diberikan Bantuan Tunai Langsung (BLT).
Pemberikan BLT kata dia juga akan diberikan kepada ojek online (Ojol) dan sopir MPU sebagai penerima yang juga terkena langsung dampak kenaikan harga BBM.
“Datanya sudah kami serahkan ke Dinasos (Dinas Sosial). Karena untuk BLT yang ngampu itu aralah Dinsos,” ungkapnya.
Baca Juga : Aktivis Milenial Sebut Subsidi BBM Banyak Dinikmati Orang Kaya
(Jd/Red)


