Reporter : Taufiq
Probolinggo-harianjatim.com – Kelangkaan air bersih terjadi di Kecamatan Tegalsiwalan, dan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, sudah satu tahun terakhir aliran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo itu tidak normal, masyarakat meradang, Komisi II DPRD minta segera dilakukan perbaikan.
Usman Muhtadi, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo mengungkapkan, pihaknya mendapatkan aduan dari masyarakat tentang sering matinya aliran air dari PDAM, dalam satu tahun terakhir.
“Saya mendapatkan banyak aduan dari warga Banyuanyar, Tegalsiwalan dan Leces, bahwa saluran air dari PDAM sering mati dan bisa dikatakan hidup satu hari dan kemudian mati selama tiga hari bahkan terkadang hingga lima hari,” katanya.
Ia menyayangkan matinya aliran air dari PDAM Kabupaten Probolinggo itu, pasalnya masyarakat menumpukan harapannya dalam mengkonsumsi air bersih melalui saluran air milik negara itu.
“Saya segera turun ke lapangan untuk menkrosceknya secara langsung, dan benar saja, saluran air dari PDAM yang merupakan harapan masyarakat dalam mendapatkan air bersih itu mati, infonya sudah bertahun-tahun kendala ini, dalam satu minggu itu sehari hidup dan kemudian mati bisa tiga sampai lima harian,” katanya.
Usman menilai, untuk kebutuhan minum, mandi, mencuci pakaian dan untuk kebutuhan minum ternaknya masyarakat kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
“Saya minta Direktur PDAM segera turun tangan dalam mengatasi masalah tersebut, kalau bisa ya secepatnya kasihan masyarakat kesulitan air bersih,” tegasnya.
Harianjatim.com telah berusaha mengkonfirmasi Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo, Ghandi Hartoyo, melalui sambungan selular namun tidak bisa terhubung.
(tfq)


