Reporter: Ahmad Fauzi
Tuban-harianjatim.com.Konvensi Hak Anak (KHA), Satuan pendidikan Ramah Anak (SRA), dan Disiplin Positif merupakan hak anak/siswa yang harus kita laksanakan. Disini hak-hak anak dilindungi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), maka kita sebagai orang dewasa harus dapat membimbing, mendidik, memberi contoh yang baik. Disinilah akan terjadi penanaman karakter positip pada diri anak. Karena inilah, maka MTsN 1 Tuban yang telah menyandang gelar Madrasah Ramah Anak Nasional Tahun 2019, mengadakan Bimtek KHA, SRA dan Disiplin Positip Menuju standarisasi Nasional SRA selama 3 hari dari tanggal 13 hingga 15 Oktober 2022 dengan bimbingan Fasilitator Nasional, Bekti Prastyani dan Ahmad Asari.
“Memanusiakan manusia adalah kunci SRA. Orang dewasa harus memahami tumbuh kembang anak,” ujar Bekti Prastyani.

Orang dewasa tidak bisa egois, (harus dipatuhi segala omongannya, apa yang dikatakan harus dilaksanakan). Anak juga mempunyai perasaan. Ini yang harus orang dewasa perhatikan. Ajak anak bicara, apa keinginannya, apa yang dia rasa.
“Apalagi kita sebagai orang tua, guru/pendidik, harus dapat menyelami keadaan masing-masing anak didik kita. Karena tumbuh kembang mereka berbeda-beda,” jelas perempuan energik ini selanjutnya.
Kepala Sekolah Dasar Kita Bojonegoro ini juga mengatakan, kecerdasan anak dalam suatu hal dapat dijadikan kunci untuk menggiring ke arah penguasaan hal lainnya.
Kepala MTsN 1 Tuban, Ali Maghfur, Dalam sambutannya mengharap para peserta yang terdiri dari Pengurus Komite, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, perwakilan siswa dan wali siswa MTsN 1 Tuban, untuk mengikuti bimtek dari awal hingga akhir.

“Pendidikan akhlaq dan moral pada anak sejak dini sangat penting, karena itu yang akan membentuk karakter baik pada anak,” ungkapnya pelan tapi mantab.
Ia juga mengajak untuk semuanya, bersama-sama merubah perilaku seperti Rosululloh SAW. Jangan sampai meniru perilaku actor/actress yang diidolakan.
(af/Susi)



