Dalam pemilihan legislatif, warga yang memiliki penilaian positif pada kondisi ekonomi cenderung menginginkan partai yang sama terus berkuasa. Partai pemerintah yang diwakili oleh PDIP cenderung lebih kuat mendapatkan dukungan dari warga yang menilai positif kondisi ekonomi.
Terdapat 24 persen dari warga yang menyatakan kondisi ekonomi lebih buruk atau jauh lebih buruk memilih PDIP, sedang yang menilai lebih baik atau jauh lebih baik 29 persen.
Sebaliknya pada partai Demokrat, ada kecenderungan dukungannya lebih besar dari yang menyatakan ekonomi negatif dibanding yang positif, 7 berbanding 6 persen. Hal yang sama terjadi pada PKS, pemilih dari kalangan yang tidak puas dengan keadaan ekonomi lebih banyak dibanding yang menilai ekonomi membaik, 6 berbanding 3 persen.
Saiful menambahkan bahwa dalam studi mengenai pemilu evaluasi ekonomi publik dinilai sebagai faktor yang sangat penting. Data ini menunjukkan bahwa faktor evaluasi atas ekonomi memiliki efek yang signifikan pada keputusan politik publik. Saiful menganggap fakta ini penting karena menunjukkan publik mulai bergeser masuk ke dalam politik gagasan.
Vdeo utuh pemaparan Prof. Saiful Mujani bisa disimak di sini:
Baca Juga : SMRC: Lain dengan Ganjar, Anies dan Probowo, Puan Cenderung tak Mengangkat PDIP
(Rls/Red)


