Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Program Studi Logistik

  • Bagikan


Minyak dan Gas PEM AKAMIGAS
Kamis, 17 November 2022
Desa Manjung, Kecamatan Montong, Tuban, Jawa Timur.

Politeknik Enegi dan Mineral Akamigas merupakan politeknik vokasi yang berada di kecamatan Cepu kabupaten Blora, kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2022 juga dilakasanakan oleh Program Studi Logistik Minyak dan Gas, dimana pada tahun ini dilaksanakan di Desa Manjung Kecamatan Montong Kabupaten Tuban pada hari Kamis, tanggal 17 November 2022 yang diketuai oleh Bapak Dr. Eng, Ir. Oksil Venriza, S.Si., M.Eng yang dihadiri oleh 35 orang terdiri dari masyarakat, pedagang dan perangkat desa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginformasikan dan memperkenalkan warga Desa Manjung terhadap peluang usaha dalam EBT (Energi baruterbarukan) untuk dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat daerah desa pakel yakni dengan tema “Pemanfaatan Tongkol Jagung Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Biobriket dengan Cara yang mudah dan Biaya yang kecil”. Target dari kegiatan ini supaya masyarakat desa Manjung dapat menambah wawasannya dalam Biobriket dan timbul ide-ide baru dalam pemamfaatan tongkol jagung serta dapat membantu pedagang sate, serabi dan ikan bakar untuk menyediakan briket untuk keperluan usahanya. Sebelum dilakukannya pengabdian masyarakat, tim sudah melakukan survey di Desa Manjung. Desa Manjung terletak dibagian selatan Kabupaten Tuban dengan jumlah penduduk sekitar 2300 orang yang tersebar di dua dusun yakni dusun krajan dan dusun sebogo dengan 750 KK. Desa Manjung memiliki luas sawah sebanyak 90 ha dan lahan kering 130 ha dimana dengan hasil jagung yang cukup tinggi dimana panen jagung bisa 2/3 kali dalam setahun. Saat panen, tongkol jagung akan dijadikan pakan ternak, dimakan hama dan dijadikan sampah.

Untuk meminimalisir dan memanfaatkan tongkol jagung agar bermanfaat, maka dijadikan biobriket dengan cara dibakar lalu dicampur tepung kanji dengan kadar 70% hasil pembakaran dari tongkol jagung dan 30% tepung kanji. Kegiatan inti pengabdian masyarakat ini yaitu mempresentasikan biobriket tongkol jagung dan demo pembuatan biobriket dari tongkol jagung kepada masyarakat.
Bapak Dr. Eng, Ir. Oksil Venriza, S.Si., M.Eng selaku ketua program ini mengatakan bahwa briket tongkol jagung ini telah dilakukan uji ketahanan dan jumlah energi yang dihasilkan. Ketahanan briket tongkol jagung dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama dari kayu bakar dan nilai kalori 1.5 kali kalori dari kayu bakar. Sehingga dengan adanya biobriket ini dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan energi briket yang ketersediaannya makin kurang.

Pada program pengabdian masyarakat ini juga diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Manjung dengan cara menjual biobriket ke pedagang kecil yang membutuhkan briket sebagai bahan bakarnya dan diharapkan akan tumbuhnya pengusaha briket berskala kecil setingkat desa tetapi dapat memasarkan briketnya secara nasional bahkan internasional.


Dari sambutan kepala Desa Manjung, Ibu Sri Andayani, SE menyambut baik dengan adanya program ini yang dilaksanakan oleh PEM AKAMIGAS, Ibu Sri juga mengharapkan acara ini dapat memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Manjung bahkan bisa berlanjut terbentuknya unit UKM di Desa Manjung ini.

Setelah memberikan informasi kepada masyarakat, beberapa masyarakat yang hadir mengajukan pertanyaan
Pertanyaan pertama, mengenai berapa lama waktu pembakaran biobriket bisa bertahan Pembakaran biobriket jika dibanding dengan arang memiliki waktu pembakaran yang lebih lama. Hal ini dilihat dari kandungan kalori dari biobriket yaitu sekitar 8000 kalori sedangkan arang hanya memiliki 4000 kalori saja. Dengan begitu kalori biobriket dari tongkol jagung 2x lebih besar dibanding arang. Ketika kita menggunakan arang dengan waktu pembakaran 2-3jam jika di ganti dengan biobriket tongkol jagung waktu pembakarannya bisa mencapai 4-5 jam
Pertanyaan kedua mengenai keekonomisannya terkait harga jual biobriket di pasaran Di Indonesia untuk biobriket penjualannya masih jarang ditemui tapi di dunia internasional penjualan biobriket sudah mulai dikenal. Penjualan biobriket di pasar internasional bisa dibandrol dengan harga 25rb per kg sedangkan untuk arang penjualan hanya berkisar 5rb per kg saja.

Permasalahan pada paradigma masyarakat bahwa masyarakat lebih memilih cara yang lebih praktis. Solusi yang diusulkan adalah dilakukannya kolaborasi antar warga desa Pakel dengan membuat 1 bak sampah khusus tongkol jagung bagi warga yang ingin membuang tongkol jagungnya bisa dibuang di bak sampah tersebut. Guna mempermudah persediaan tongkol jagung sebagai bahan dasar memproduksi biobriket. Jika hal tersebut sudah diimplementasikan, kolaborasi antar masyarakat warga Pakel dapat menjadi daerah yang memproduksi biobriket dari tongkol jagung. Hal ini akan mempengaruhi ketahanan ekonomi dan ketahanan EBT sebagai penghasil biobriket di Desa Manjung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Advanced analytics tool. Viajes a punta cana. Stell dir ein wochenende vor, an dem sich die besten köpfe der fistingszene an einem besonderen ort treffen – die zone283.