Judul : Everything About Overthinking
Penerbit : Caesar Media Pustaka
Penulis : R.D. Asti
Tahun Terbit : 2022
Ukuran : 13,5 x 20 cm
Cover : Soft Cover
ISBN : 9786025964442
Tebal : 244 Halaman
Harga : Rp 66.000
Peresensi : Sabila Faza Hardiyanti*
Dalam buku ini, penulis menarasikan ulang pengalamnya yang berkaitan dengan kondisi overthinking yang dialaminya beserta langkah langkah yang ia tempuh untuk lepas dari kondisi overthinking.
Overthinking merupakan kejadian ketika seseorang terus menerus memikirkan suatu hal tanpa mendapatkan kejelasan, dan mereka terus bertanya tanya hingga mengalami rasa lelah. Overthinking dan berpikir secara mendalam adalah suatu hal yang tampak mirip, tetapi keduanya memiliki perbedaan. Ketika sedang overthinking seseorang akan merasa cemas, takut, malu, dan tidak fokus. Sebaliknya ketika sedang berpikir mendalam seseorang akan merasa tenang, penuh rasa ingin tahu, dan bahkan mungkin akan bersemangat. Jadi perbedaan keduanya terletak pada perasaan.
Overthinking pada dasarnya bukan suatu hal yang buruk, akan tetapi hal tersebut akan menjadi buruk ketika terjadi kesulitan dalam megambil keputusan atau tindakan sehingga akan mengganggu kehidupan dan kebahagiaan sehari hari. Terjebak dalam situas masalalu, memutar ualng kesalahan kesalahan lama, membayangkan scenario atau hasil terburuk, meragukan sesuatu tanpa pernah mengambil keputusan, hal tersebut merupakan tanda tanda mengalami overthinking.
Overthinking dapat memicu kecemasan dan depresi. Kedua hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan kesehatan. Kecemasan dapat mengakibatkan darah tinggi dan penurunan kesehatan kardiovaskular, sedangkan depresi dapat meningkatkan resiko serangan jantung dan keinginan bunuh diri.
Memikirkan sesuatu secara terus menerus dan berulang ulang sangat tidak membantu dan membuat seseorang tidak produktif. Overthinking dapat membuat seseorang kesulitan untuk tidur, susah mengambil keputusan, dan menyalahkan diri sendiri. Hal hal tersebut bisa meningkatkan risiko kesehatan mental. Pengaruh pada masa kecil, ilusi kendali dan kepastian, perfeksionisme, cari perhatian, takut akan konflik, semua hal tersebut merupakan alasan alasan yang kuat untuk seseorang overthinking.
Media sosial merupakan tempat dimana semua orang bisa membagikan foto atau video. Media sosial juga dapat membuat seseorang untuk oversharing. Banyak kondisi kesehatan mental yang disebabkan dari oversharing. Di sisi lain oversharing memiliki keuntungan, banyak orang mencari nafkah dari oversharing. Contohnya ialah seorang selebgram.
Menganalisis secara berlebihan, sering menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi dan diliputi penyesalan merupakan pikiran pikiran yang dapat menguras energi dan juga menyusahkan. Cara untuk mengatasi pikiran pikiran tersebut adalah dengan menyadari bahwa pikiran bukanlah fakta. Menganalisis secara berlebihan (overanalyzing) merupakan suatu hal yang sering semua orang lakukan. Overanalyzing yaitu menganalisis diri secara terus menerus, dan biasanya bersifat negatif. Menganalisis dan kemudian merasa khawatir merupakan emosis alami yang dirasakan setiap orang. Namun, jika dilakukan terus menerus dapat menguras energi mental, sehingga sangat merugikan dalam berbagai hal. Mencari tahu penyebab, menggerakkan tubuh, dan melakukan meditasi yang tepat merupakan langkah langkah yang dapat dilakukan agar bisa berhenti dari overanalyzing.
Semua orang pasti pernah mengalami perasaan insecure. Insecure merupakan perasaan tidak aman yang membuat seseorang merasa cemas, takut, dan tidak percaya diri. Dan hal tersebut dapat memicu mereka untuk overthinking. Mengatasi rasa insecure tidak bisa dilakukan dalam semalam. Mereka harus berusaha bersikap baik kepada diri sendiri dan jangan berkecil hati jika segala sesuatunya tidak membaik secepat yang diinginkan.
Ruminasi berarti seseorang membiarkan pikiran pikirannya berulang secara berlebihan di kepala sampai tidak bisa memikirkan hal lainnya. Ruminasi juga memunculkan perasaan tak berdaya karena merasa tidak mampu mengubah apa yang telah terjadi. Seseorang perlu melepaskan yang tidak bermanfaat bagi diri mereka. Contohnya adalah emosi emosi dan peristiwa dari masa lalu yang belum mencapai kesimpulan memuaskan menurut pendapatnya.
Khawatir adalah perasaan tidak nyaman tentang sebuah situasi atau masalah. Kekhawatiran berlebihan memicu overthinking dan dapat mengganggu nafsu makan , kebiasaan gaya hidup, dan jam tidur. Dengan menjadwalakn rasa khawatir dapat membantu mengurangi pikiran cemas dan meningkatkan kualitas tidur.
Sebagai makhluk sosial semua orang hidup saling membutuhakan dan hidup saling berdampingan dengan orang lain. Terkadang beberapa orang juga berlebihan dalam memikirkan pikiran orang lain sampai tidak memikirkan diri sendiri. Pada akhirnya, mereka menjadi overthinking akan pikiran orang lain tentang mereka. Jadi mereka harus fokus pada tujuan tujuan yang bisa membawanya menjadi orang yang mampu menyenangkan dan menerima kekurangan diri sendiri. Hal yang dapat semua orang kendaliakan adalah diri sendiri. Denagn begitu mereka dapat mengubah pola pikir menjadi lebih positif dalam memandang situasi. Jangan biarkan masa depanmu mencuri masa sekarangmu. Tetaplah berada di sini-kini karena akan cenderung lebih bahagia dan bisa menghargai diri sendiri.
Ketakutan atau intuisi, saat memperhatiakn denagn seksama dan mendengarkan isyarat nonverbal, maka seseorang akan melihat dominasi energi yang bergerak ke satu arah. Jika mereka merasakan sesuatu yang mendekati ketenangan, kegembiraan, atau perasaan bersemangat, itu adalah intuisi yang berbicara. Hal hal yang tidak mereka sukai dari orang lain adalah cerminan dari hal hal yang tidak mereka sukai dalam dirinya sendiri, hal tersebut dapat membuat mereka overthinking. Satu satunya cara untuk berhenti untuk berdamai dengan diri sendiri adalah dengan mengakui semuanya.
Mengenali kelemahan emosi pribadi menjadi sangat penting karena banyak keputusan buruk dan perilaku keliru yang sebenarnya merupakan hasil dari menghindari emosi. Memaafkan diri sendiri itu penting. Jika tidak, maka itu artinya mereka membiarkan kesalahannya mendefinisikan siapa dirinya.
Overthinking journal dapat membantu seseorang dalam memberi kejelasan tentang pemikiran dan tujuannya, dan menjadi momen untuk berhenti overthinking. Menulis overthinking journal bisa menjadi salah satu hal terbaik dalam mengatasi kesehatan mental dan kehidupan secara umum.
Kelebihan dari buku ini adalah pembaca dapat meningkatkan rasa percaya diri, bisa memahami diri sendiri, membantu pembaca mengendalikan emosi, mengatasi cemas dan stress, dan dapat meningkatkan kualitas diri. Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami dan terdapat kata kata motivasi yang membangun.
Kekurangn dari buku ini adalah terlalu banyak tulisan tidak ada gambar sama sekali yang dapat membuat pembaca agak bosan.
*Peresensi merupakan mahasiswa jurusan Teknik Industri di Universitas Muhammadiyah Malang


