Judul buku : Berjuang Aja Dulu
Penulis : Fika Mario
Tahun terbit : 2022
Nama penerbit : Gradien Mediatama
Tebal buku : ii+162
Harga : Rp79.000
Peresensi : Sherly Kusuma Fitri*
Perjalanan adalah bagaimana seseorang berani mengambil langkah. Sebab seringkali ada banyak hal yang menghambat seseorang untuk memulai sesuatu, hingga melupakan apa yang telah mereka impikan. Ketidakpercayaan diri dan selalu merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa, padahal mempercayai diri sendiri dan berani memulai merupakan awal dari perubahan besar itu.
Buku Berjuang Aja Dulu mengajak pembaca untuk bertumbuh dan berjuang bersama. Memaknai setiap proses dan menghargai setiap langkah-langkah kecil itu. Terkadang, pembaca hanya mengapresiasi hasilnya saja, tanpa melihat prosesnya. Semoga setelah menyelami setiap kata pada buku ini, pembaca mulai menghargai setiap proses yang sudah dilakukan dan selalu percaya bahwa ada hal-hal baik di ujung sana. Percayalah tidak perlu menjadi hebat untuk memulainya, tetapi dengan berani untuk melangkah, itu sudah mengizinkan diri untuk mewujudkan impian yang selama ini diharapkan.
Bertumbuh dewasa memang tidak mudah, banyak keputusan yang tidak bisa diambil dengan gegabah. Hidup yang penuh tanda tanya. Tidak ada jaminan besok lusa akan baik-baik saja. Melihat foto indah orang-orang yang dipajang di sosial media, hati rasanya iri. Namun, itu hanya bagian kecil yang ditampilkan. Sisanya, harus menghadapi jatuh bangun, masalah yang datang silih berganti, dan tanggung jawab menjadi makanan sehari-hari. Terkadang, memang harus kalah dan gagal untuk merasakan yang namanya pendewasaan.
Seseorang yang kelihatannya ceria setiap hari, pasti ada another level of pain dalam hidupnya. Memanipulasi keadaan supaya terlihat baik-baik saja, padahal sedang menahan luka yang luar biasa. Ada anak muda yang tegar bertahan, menikmati perihnya kehidupan, dan pahitnya perjuangan. Mulutnya tidak bisa berkata apa-apa, matanya selalu menyembunyikan tangisnya, hatinya ia remas dengan sekuat tenaga agar tetap kuat dalam menjalani kehidupan. Momen tersebut yang membuat anak muda itu menjadi sosok yang tangguh dan lebih baik. Memang rasanya sulit, tetapi menikmati dan mulai membiasakan diri itu kuncinya.
Dunia menuntut berdamai dengan keadaan, sementara keadaan terus menikam secara perlahan dan tetap dipaksa ceria di depan banyak orang. Ketika lelah dan ingin menyerah, percayalah bahwa Tuhan tidak salah dalam memilih pundak. Tuhan memilih pundak yang sedang lemah untuk Ia kokohkan dan melatihnya supaya kuat melewati pertarungan dalam hidup. Tidak semua orang yang terlihat baik-baik saja, itu sedang baik-baik saja. Tidak semua orang yang selalu tertawa, itu sedang bahagia. Tidak semua orang yang selalu terlihat kuat, itu kuat. Tidak ada orang yang tidak disinggahi masalah, karena pada dasarnya, setiap orang sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing. Ketika tubuh dipaksa, tetapi sudah tidak kuat lagi, itu pertanda bahwa tubuh tidak baik-baik saja. Berilah rehat untuk diri sendiri.
Tidak semua orang tahu bagaimana rasanya bangkit, mengontrol isi hati, pikiran, dan juga perasaan untuk terlihat baik-baik saja. Tumbuhlah kuat, karena dunia tidak akan melunak. Beberapa orang memang dipilih semesta untuk merasakan kerasnya kehidupan. Merasakan apa yang dinamakan jatuh bangun, omongan yang membuat terluka, dan selalu dipandang sebelah mata. Tidak jarang seseorang akhirnya tidak menjadi diri sendiri karena ingin memberi kepuasaan ekspektasi orang lain.
Jangan sedih mimpimu ditertawakan orang lain. Tutup telinga dari perkataan yang melukaimu. Buktikan kepada mereka bahwa kamu bisa menggapainya. Jadikan itu sebagai bahan bakar perjalananmu dan fokus dengan apa yang kamu kerjakan saat ini. Pastikan, mereka yang melukaimu menjadi orang pertama yang bertepuk tangan atas keberhasilanmu.
Teruntuk yang mengejar mimpi, semangat ya! Meskipun tidak tahu, rumus apa yang bisa dilakukan agar cepat sukses, usaha mana yang akan membuahkan hasil lebih bagus, atau doa mana yang lebih cepat dikabulkan. Hal yang hanya bisa dilakukan adalah berusaha dan bangkit ketika mendapatkan kegagalan, untuk hasil serahkan pada semesta. Fokuslah dengan apa yang bisa dilakukan. Tidak perlu iri dengan pencapaian orang lain. Hidup ini ibarat lari maraton bukan lari sprint. Jadi, bukan siapa yang sampai duluan, tetapi siapa yang kuat menjalani proses hingga sampai garis finis. Ketika sedang berproses, tidak semua orang mau menjadi bagian dari prosesmu, tetapi hampir semua orang mau menjadi bagian dari kesuksesanmu. Jadi, berhenti berharap disukai banyak orang ketika kamu sedang berproses.
Tidak ada orang hebat dengan perjalanan yang mudah. Jadi, ketika kamu sudah menemukan apa yang menjadi tujuan besarmu, jangan pernah ragu untuk melangkahkan kaki. Kuatkan tekad dan jangan pernah berpikir untuk berhenti menggapainya. Pencapaian hidup tidak harus selalu sama. Mungkin garis start boleh sama, tetapi proses setiap orang pasti berbeda. Perjalanan ini memang tidak mudah. Kamu sudah jatuh berkali-kali dan berulang kembali juga untuk bangkit. Setiap kamu meyerah coba ingat-ingat lagi, kenapa kamu berjuang untuk ini. Jadi, jangan berhenti sebelum diri kamu bangga terhadap perjuangan yang telah kamu lakukan.
Bagaimana kamu punya hidup yang positif kalau pikiranmu masih terus negatif? Jangan pernah biarkan ruang negatif sedikit pun hadir di pikiranmu. Apalagi buat kamu yang selalu mendengarkan opini orang lain. Itu hanya membuatmu lelah. Jangan biarkan omongan orang lain menentukan bagaimana hidupmu berjalan. Mulai sekarang, jaga pikiranmu dari hal-hal yang membuat kamu lelah. Tidak mendengarkan hal yang mengganggu pikiran dan kesehatan mental bukan suatu kelemahan, tetapi itu suatu keberanian dan kebijaksanaan.
Buku Berjuang Aja Dulu menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan disertai gambar, sehingga membuat pembaca tidak bosan membacanya. Namun, penggunaaan EYD pada buku ini masih banyak kesalahan. Berjuang Aja Dulu merupakan buku yang cocok dibaca seseorang yang sedang lelah, tidak yakin untuk menggapai impian yang dimiliki, dan sering membandingkan prosesnya dengan orang lain. Karena buku ini membuat seseorang tumbuh dan berani mengejar impian.
*Mahasiwa Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang


