Pentingnya Memiliki Iman

  • Bagikan

Oleh : Ponirin Mika*)

Probolinggo.HarianJatim.Com-Kitab Syuabul Iman yang ditulis KH. Zaini Mun’im, pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, telah menjadi materi wajib untuk diajarkan kepada seluruh santri dan para pengabdi di Pesantren Nurul Jadid.

Kitab tersebut menjelaskan tentang cabang-cabang iman, mulai dari iman yang paling mendasar (pokok), sampai pada ranting-tantingnya.

Mengapa kitab ini menjadi materi wajib? Pertama, bahwa iman merupakan pangkal dari segala ibadah. Sebab ibadah yang dilaksanakan seseorang tanpa dilandasi keimanan, maka tidak ada gunanya. Ibadah apapun yang dilandasi oleh keimanan, maka akan berkualitas.

Kedua, Kiai Zaini pada salah satu baitnya dalam kitab Syuabul Iman dawuh, “Paling besarnya kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah kepada manusia adalah nikmanya iman”.

Kata beliau, dengan iman, seseorang akan mendapatkan keselamatan, keberuntungan, kebahagiaan dan kemuliaan.

Ketiga, kitab Syuabul Iman ini meliputi ajaran-ajaran yang mendasar dalam Islam. Jika orang yang mengamalkan isi kitab Syuabul Iman dengan penuh keimanan, ia akan mengantarkan pada kesempurnaan imannya.

Apa perbedaan iman dan Islam? Sebagian ulama memberikan pengertian sama antarkeduanya dan sebagian yang lain mengartikan berbeda. Pendapat yang kedua ini sepertinya lebih mayoritas.

Sederhananya, dari perbedaan tersebut, iman adalah sesuatu yang berada dalam hati (keyakinan) dan Islam sesuatu yang berbentuk amal atau perbuatan.

Iman juga tempatnya tersembunyi. Bahkan, ada yang berpendapat hanya Allah yang tahu kualitas iman seseorang.

Orang yang imannya bagus akan mendapatkan manisnya iman. Jika manisnya iman telah dirasakannya, seseorang akan mencintai Allah dan Rasulnya mengalahkan cintanya kepada yang lain. Ia tidak akan mau lepas kepada Allah, ia tidak akan mengurangi cintanya kepada Rasulullah.

Dalam kitab Sahih Bukhari dijelaskan, tiga hal yang menyebabkan orang mendapatkan manisnya iman, yaitu mencintai Allah dan Rasul-nya melebihi cintanya kepada yang lain, mencintai orang karena Allah, dan tidak suka kembali kepada kekafiran.

Kualitas Islam dan ibadah seseorang ditentukan oleh iman. Oleh karenanya, seyogyanya kita sebagai hamba Allah terus menjaga keimanan dan jangan sampai hilang. Karena musibah terbesar yang dialami oleh manusia adalah apabila ia kehilangan iman. Sebab itu akan mengantarkan pada kekufuran.

(*Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton Probolinggo

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
🏖️ ofertas punta cana. Free ad network. Infos zum event proffound fistival.