Bojonegoro -harianjatim.com.30 November 2022. Pengembangan desa wisata merupakan bagian dari pada pilar terpenting dari pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Sesuai RPJMN 2020–2024, Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri pada tahun 2024.
Permasalahan utama adalah di beberapa daerah tidak mudah menghadirkan persepsi pariwisata di tengah masyarakat setempat dengan kearifan lokalnya, terbatasnya visi dan persepsi itulah yang menjadi pangkal rendahnya minat dan kesadaran masyarakat mengenai pengembangan pariwisata. Sementara masalah krusial lainnya adalah mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sebagai aktor utama pada pengembangan berbagai desa wisata di Indonesia.
Beranjak dari hal tersebut, Tim Dosen Periset dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro melaksanakan penelitian dengan topik Peningkatan Performa Kerja Berbasis Partisipasi Pada Pengelola Desa Wisata Di Kabupaten Bojonegoro. Dimana Penelitian tersebut adalah sekama Riset Keilmuan yang mendapatkan pendanaan dari KEMDIKBUDRISTEK dan LPDP.
Tim Periset juga menyampaikan terimakasih kepada Asosiasi Desa Wisata (Kabupaten Bojonegoro) yang telah mendukung penyelenggaraan Focuss Group Discussion pengembangan Wisata hingga kesediaan para anggota untuk menjadi informan pada pelaksanaan penelitian.
Dr. Ari Kuntardina, selaku ketua tim riset menyampaikan bahwa maksud dari pelaksanaan riset tersebut agar nantinya dapat memberikan masukan kepada pemangku kebijakan dengan amengimplementasikan self-efficacy dan public service motivation para pengelola yang terlibat pengembangan Desa-Desa Wisata di kabupaten Bojonegoro.


