Reporter: Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com- Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur KH Abdul Hamid Wahid menghadiri permintaan Konsul Jenderal Xu Yong dalam pertemuan di kantor Konjen Tiongkok di Surabaya, Selasa (27/12/22).
Ada banyak hal yang menjadi pembincangan pada pertemuan tersebut, di antaranya terkait kerja sama pengembangan Bahasa mandarin di Pondok Pesantren Nurul Jadid.
“Silaturahmi ini untuk memperkuat kerja sama yang sudah terjalin antardua institusi. Juga sebagai bentuk silahturahmi untuk sama-sama saling mengenalkan diri,” begitu berita yang di rilis www.nuruljadid.com.
Pada pertemuan singkat tersebut, Xu Yong mengungkapkan kebahagiannya melihat perkembangan pendidikan Bahasa mandarin di Pesantren Nurul Jadid.
Sementara Kiai Hamid menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi Konjen RRT di Surabaya yang telah ikut andil dalam pengembangan Bahasa mandarin di Pesantren Nurul Jadid.
Di hadapan Xu Yong Kiai Hamid mengenalkan sejarah singkat tentang Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pada kesempatan itu pula, ia menyampaikan pengalamannya ketika berkunjung ke Tiongkok.
Pesantren Nurul Jadid Paiton telah lama menyelenggarakan pendidikan Bahasa Mandarin, yakni sejak Tahun 2004 hingga saat ini. Pada 2010 santri atau siswa Pesantren Nurul Jadid mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok. Bahkan, pada setiap tahunnya pesantren ini bisa mengirim santrinya kuliah di Tiongkok.
Merasa bangga dengan prestasi yang dimiliki Pesantren Nurul Jadid, Konjen RRT Surabaya memberikan bantuan 4 kompoter dan beasiswa Rp40 juta bagi setiap santri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang ingin melanjutkan kuliah di Tiongkok.
Pada pertemuan itu, KH. Abdul Hamid Wahid didampingi Sekretaris Pesantren H. Faizin Syamwil, Bendahara Pesatren K. Ahmad Zaki, Kepala Biro Pengembangan KH. Faiz Ahz, dan Kepala SMA Nurul Jadid Didik P. Wicaksono.


