Pendahuluan
Masa remaja yaitu masa transisi dari anak anak menuju dewasa, dimana pada masa ini para remaja mengalami beberapa perubahan fisik, psikis, dan psikososial. Remaja merupakan individu yang masih labil dimana belum mampu untuk mengontrol diri ataupun emosi dengan benar. Menurut Nadirah (2017) konflik keluarga, minim pengetahuan, dan ajakan teman untuk melakukan pergaulan bebas adalah faktor yang membuat hilangnya para pemuda yang memiliki sikap terpuji. Di zaman sekarang, semakain beragam tingkah laku para remaja serta masalah yang terjadi di lingkungan sosial. Salah satunya adalah pergaulan bebas, pergaulan bebas ini memiliki dampak buruk bagi remaja bahkan bagi orang lain.
Masa remaja merupakan usia produktif, terlihat pada kalangan remaja cenderung mengarah pada seksual. Remaja dengan kondisi labil akan cenderung mengalami susahnya mengontrol diri, secara tidak langsung hal tersebut mengakibatkan para remaja melakukan sesuatu yang menyimpang dengan norma norma yang berlaku. Hal hal yang menyimpang tersebut yaitu seperti pergaulan bebas, dimana bergaul dengan lawan jenis tanpa adanya batasan, melakukan bullying, menonton konten pornografi, penyalahgunaan narkoba, dan lainnya. Penyimpangan penyimpangan tersebut sangat tidak sesuai dengan pergaulan sehat, seharusnya para remaja harus bisa bertanggung jawab dengan tugas tugas sebagaimana para remaja seharusnya. Menurut Abdullah (1990) pergaulan bebas merupakan perbuatan menyimpang, bebas dalam artian melewati batas wajar.
Pada usia remaja cenderung berpotensi terjerumus pergaulan tidak sehat atau pergaulan bebas karena emosi para remaja kurang maksimal atau masih labil. Misalnya, mereka merokok hanya karena penasaran tanpa tau apa dampaknya bagi kesehatan. Melakukan hubungan seksual tanpa mengetahui dampaknya yaitu salah satunya terkena HIV. Pergaulan bebas menjadi salah satu kekhawatiran bagi orang tua dalam mendidik anak anaknya. Dilansir dari Bali TV News (2016) menjelaskan bahwa adanya waktu yang bebas dan tidak terkontrolnya para remaja oleh orang tuanya merupakan penyebab dari maraknya pergaulan bebas saat ini, dampak dari pergaulan bebas tersebuat diantaranya yaitu terjerumus pada narkoba, minuman keras, dan seks bebas. Pergaulan bebas saat ini sudah sangat melewati batas wajar, hal tersebut pasti ada faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya pergaulan bebas. Dampak dari pergaulan bebas sangat membahayakan bagi para remaja, sehingga diperlukan cara cara untuk meminimalisir terjadinya pergaulan bebas pada remaja.
Pembahasan
Munculnya perilaku perilaku menyimpang seperti mengonsumsi minuman keras, narkoba, seks bebas, dan lain lain merupakan dampak dari pergaulan bebas. perilaku perilaku menyimpang tersebut dapat mengakibatkan terjangkitnya penyakit HIV. Dampak dampak dari pergaulan bebas tidak hanya terjangkit HIV, tetapi masih banyak lagi diantaranya yaitu hilangnya norma norma ketimuran, muculnya perilaku radikalisme, dan menormalisasikan remaja hamil pra nikah, dan masih banyak lagi. Semakin banyak remaja hamil di luar nikah semakin meningkatnya praktik aborsi yang membahayakan. Aborsi sangat bahaya jika dilakukan, dampak aborsi diantarnya adalah kanker, kerusakan leher rahim, mandul, bahkan bisa mengakibatkan kematian mendadak. Menurut Yushak Soesilo (2016) seks bebas dapat disebabkan dari tidak adanya pengetahuan tentang seks yang diberikan dari keluarga terhadap remaja.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya pergaulan bebas pada remaja, yaitu pergeseran budaya. Menurut Suhaida, dkk (2018) bahwa pergaulan bebas terjadi karena adanya pergeseran budaya. Seiring perkembangan zaman norma sosial lama kelamaan hilang. Para remaja semakin bebas dalam bergaul. Selanjutnya, adalah kurangnya perhatian orang tua, biasanya remaja yang melakukan pergaulan bebas terjadi karena orang tuanya sibuk dengan dunianya sendiri, sehingga kurang terjalinnya komunikasi dengan baik, dan sikap yang acuh kepada anaknya. Menurut Khadir Anwar, dkk (2019) rendahnya kontrol diri dan kesadaran diri juga merupakan salah satu faktor terjadinya pergaulan bebas. individu yang tidak dapat mengontrol diri cenderung labil. Sehingga menyebabkan mereka akan melakukan Tindakan Tindakan yang menyimpang. Gaya hidup yang kurang baik juga salah satu faktor dari munculnya pergaulan bebas. Gaya hidup saat ini tidak terlepas dari kebiasaan para remaja, yaitu mengikuti gaya hidup orang barat sehingga berakibat pada pergaulan bebas.
Peran orang tua sangat penting dalam membentuk sikap yang baik pada anak anaknya dengan cara memberi bekal Pendidikan moral dan Pendidikan agama. Hal tersebut akan menjadi pondasi agar tidak melakukan kegiatan yang menyimpang dari norma norma yang berlaku di masyarakat. Menurut Adrian, dkk (2017) cara mengajarkan anak adalah dengan memperhatikan cara belajar atau pola Pendidikan yang akan diberikan kepada anak. Orang tua juga bisa menjelaskan bahaya dari pergaulan bebas untuk memberi bekal bagi anak anaknya. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat membantu dalam meminimalisir terjadinya pergaulan bebas, karena Ketika berkomunikasi orang tua bisa menggiringnya pada topik pergaulan bebas. orang tua dapat menjelaskan tentang bahaya pergaulan bebas seperti bahayanya seks bebas, tidak hanya itu orang tua juga bisa menjelaskan bahaya dari penyalah gunaan narkoba, minuman keras karena remaja sekarang gampang terpengaruh dalam hal tersebut.
Penutup
Dapat disimpulkan bahwa dampak dari pergaulan bebas diantaranya adalah terjangkitnya penyakit HIV, hilangnya norma norma ketimuran, dan menormalisasikan hamil diluar nikah, dan masih banyak dampak terhadap kesehatan tubuh. Pergaulan bebas terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu adanya pergeseran budaya, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak anaknya, rendahnya kontrol terhadap diri sendiri, dan gaya hidup yang kurang baik. Peranan orang tua dalam mencegah anaknya melakukan pergaulan bebas sangat penting. Orang tua harus bisa membentuk sikap yang baik pada anaknya dengan cara memberi bekal pendidikan moral dan agama. Orang tua juga dapat menjelaskan bahaya dari pergaulan bebas. berkomunikasi yang baik antara orang tua dan anak juga termasuk upaya dalam mencegah terjadinya pergaulan bebas.
Oleh: Sabila Faza Hardiyanti


