Reporter: Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com-Pernikahan itu jadikan untuk membangun masyarakat yang islami. Sebab pernikahan merupakan kesunnahan yang harus dipertahankan. Hal tersebut diungkapkan KH. A. Malthuf Siroj, Sabtu (06/01/23).
Lebih lanjut Kiai Malthuf menyampaikan, Pernikahan itu untuk membangun rumah tangga yang bahagia. Tentu kebahagiaan dalam pernikahan itu bersifat psikologis.
“Kebahagiaan bersifat psikologis. Jika kondisi psikologis bagus ketenangan dan ketentraman akan di raih. Rasulullah SAW miskin harta tapi bahagia. Sebab rumahnya menjadi surga,” imbuhnya.
Menurutnya, suami istri yang saling mengerti dan menerima terhadap kondisi yang dihadapi akan merasakan kebahagiaan.
“Kalau kita ingin bahagia terlebih dahulu memperbaiki diri kita. Baiknya diri kita akan mengantarkan kebahagiaan,”tegasnya.
Pasalnya, Kebahagiaan rumah tangga itu apabila dibangun atas prinsip kesalehan. Banyak orang yang tertipu, menurutnya kebahagiaan dengan banyaknya harta.
Bahkan kata Kiai Malthuf, Orang bisa membaca nikmat Allah maka ia akan merasakan kebahagiaan. Nikmat paling besar adalah iman dan Islam. Kesibukan yang paling bagus adalah ketaatan, peringatan yang paling bagus adalah mengingat kematian.
Dan orang bisa bahagia kalau memiliki ketakwaan, akhlak, dan ilmu.


