Pendahuluan
Pada zaman globalisasi sekarang ini perkembangan di berbagai aspek meningkat dengan pesat. Pesatnya perkembangan dapat membawa dampak sosial karena tingginya daya saing antar sesama dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Listiana (2021), bahwa di zaman globalisasi sekarang ini ditandai dengan pembaruan dalam pemanfaatan teknologi di kehidupan sehari-hari. Pada satu sisi lain perubahan tersebut berdampak negatif pada kehidupan masyarakat. Dampak yang terjadi, yaitu adanya kemajuan teknologi yang muncul mengakibatkan kurangnya interaksi antar sesama. Hal ini sesuai dengan pendapat Rusmiati dan Dewi (2021), bahwa kemajuan teknologi membuat masyarakat lupa terhadap lingkungan sekitar dan hubungan interaksi dengan orang lain. Sikap individualisme yang semakin tinggi di suatu masyarakat akan menyebabkan tingginya sifat kompetitif. Hal ini secara perlahan-lahan akan merubah tatanan nilai dalam masyarakat dan kedepannya akan muncul masalah yang didasari oleh kondisi adanya keinginan membatasi pergaulan antar sesama dan adanya perbedaan keinginan sehingga menimbulkan konflik individu atau kelompok. Permasalahan tersebut perlu dikendalikan dengan adanya langkah antisipatif berupa meningkatkan sikap nasionalisme, menyaring informasi dari luar, dan adanya pendidikan sosial sehingga tercipta hubungan kebersamaan yang harmonis dalam masyarakat.
Pembahasan
Pandangan Sikap Individualisme dalam Masyarakat
Menurut Rusydi (2018), Individualisme merupakan sikap yang lebih mengutamakan hak-hak individu daripada kepentingan masyarakat. Hakikat manusia sebagai individu bahwa setiap orang memiliki hak dasar, memiliki kemampuan diri yang unik dan khas, serta berkepentingan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Hal ini berarti sikap individualisme dalam prakteknya di kehidupan masyarakat menjadi masalah yang subjektif tergantung dari kepentingannya dan bagaimana seseorang memandangnya. Oleh karena itu, sikap individualisme di pandang baik apabila kepentingannya tidak merugikan orang lain.
Menurut Idris (2013), bahwa ciri masyarakat yang menganut sikap individualisme adalah sikap mementingkan kepentingan pribadi dan tidak peduli terhadap orang lain. Hal ini dipicu karena adanya ketidakmampuan menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok. Oleh karena ketidakmampuan itu, banyak anggota masyarakat bersikap egois lebih mementingkan kepentingan sendiri demi mencapai tujuan pribadinya dan tidak memikirkan orang lain.
Perwujudan Sikap Individualisme dalam Masyarakat
Perwujudan sikap individualisme dalam masyarakat sangat beragam, yaitu dalam ungkapan fisik dan berperilaku. Perwujudan sikap individualisme dalam ungkapan fisik berupa ungkapan bentuk yang bersifat tetap ataupun tidak tetap tergantung dengan situasi. Hal ini didukung oleh pendapat Manuhutu (2022), bahwa sikap individualisme hampir mirip dengan sikap egois yang mempunyai prinsip mempertahankan kepribadian dan cenderung tidak ingin diganggu orang lain. Contoh perwujudan sikap individualisme dalam ungkapan fisik, yaitu pertama pada pemasangan pagar yang tinggi di halaman depan rumah. Hal ini mencerminkan bahwa pemilik rumah tersebut memiliki sifat tertutup dan tidak terbuka terhadap untuk tamu. Kedua, pada bentuk bangunan yang berbeda atau tidak selaras. Hal ini mencerminkan sikap ego yang tidak ingin disamakan dengan orang lain supaya dianggap lebih tinggi derajadnya. Ketiga pada aksi menuliskan tulisan-tulisan yang mengandung arti kepemilikan pribadi.
Perwujudan individualisme dalam berperilaku lebih menekankan pada sikap sosial terhadap masyarakat. Contoh perwujudan individualisme dalam sikap atau berperilaku, yaitu kurangnya rasa tenggang rasa terhadap sesama, kurangnya keakraban terhadap tetangga sekitar ataupun dengan kerabat jauh karena lebih mengurus kepentingan pribadi, dan tidak menyapa tetangga atau orang yang di kenal saat di jalan dengan alasan tidak terpikirkan sebab pikirannya sibuk dengan urusan pribadi atau merasa asing dengan orang yang ditemui.
Langkah Antisipatif dalam Mengatasi Sikap Individualisme di Masyarakat
Langkah antisipatif yang diambil dalam mengatasi sikap individualisme di masyarakat yang pertama, yaitu meningkatkan sikap nasionalisme. Hal ini bertujuan untuk memiliki perasaan bangga dan cinta terhadap tanah air sehingga tidak kehilangan kepribadian bangsa. Contoh meningkatkan sikap nasionalisme, yaitu menanamkan dan mengamalkan nilai pancasila, mencintai dan membeli produk dalam negeri, dan selektif terhadap pengaruh modernisasi di berbagai bidang.
Langkah antisipatif yang kedua, yaitu menyaring informasi dari luar. Adanya kemaju-an teknologi menyebabkan banyak informasi yang beredar tanpa kebenaran yang pasti. Manusia zaman sekarang cenderung langsung memercayai informasi tersebut tanpa disaring dahulu. Efek yang disebabkan jika terus-menerus terjadi, yaitu bisa menghilangkan jati diri seseorang yang mendorong sikap individualisme. Dampak lain dari perkembangan teknologi, yaitu hubungan interaksi antar sesama manusia makin menipis dan berpotensi munculnya sikap individualisme. Hal ini sejalan dengan pendapat Yoga (2019), bahwa dampak negatif perkembangan teknologi dapat menyebabkan perubahan pola hidup dan interaksi terhadap sesama. Oleh karena itu, pentingnya menjadi manusia yang cerdas dalam menanggapi informasi dari luar agar terhindar dari sikap individualisme.
Langkah antisipatif yang terakhir, yaitu adanya pendidikan sosial dalam masyarakat. Secara umum, pendidikan merupakan upaya perkembangan untuk meningkatkan kepribadian seseorang. Hal ini dimaksudkan pada perubahan sikap dan perilaku manusia berupa peningkatan kualitas perilaku sosial yang akan meningkatkan kualitas lingkungan beserta masyarakatnya. Pendidikan sosial sangat penting untuk mengatasi sikap individualisme dalam masyarakat. Pendidikan sosial merupakan upaya memberikan wawasan dan ilmu berupa konsep penyesuaian diri di lingkungan masyarakat. Menurut Atiyah, dkk (2020), bahwa penyesuaian diri tersebut, yaitu mampu mengembangkan potensi diri dengan membuat rencana dan mengorganisasi sehingga bisa mengatasi berbagai masalah dalam masyarakat.
Penutup
Dari uraian dan pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa sikap individualisme dalam masyarakat dapat dikatakan subjektif tergantung dari kepentingannya dan bagaimana seseorang memandangnya. Sikap individualisme dapat terjadi karena sikap egois individu dan ketidakmampuan menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan kelompok. Contoh perwujudan sikap individualisme terbagi menjadi dua, yaitu perwujudan sikap individualisme dalam bentuk fisik dan beperilaku. Langkah antisipatif yang diambil dalam mengatasi sikap individualisme di masyarakat, yaitu meningkatkan sikap nasionalisme, menyaring informasi dari luar, dan adanya pendidikan sosial dalam masyarakat.
Oleh: Azura Kejora Bumi Wijaya Mahasiswa Teknik Indutri Universitas Muhammadiyah Malang


