Penulis-KURNIA WAHYU RATNASARI,S.Pd
TK DHARMA WANITA
Desa Menilo Soko Tuban
Tuban-harianjatim.com.Usia dini adalah masa tumbuh dan berkembang , tidak hanya secara fisik namun kemampuan berpikir, emosi, sosial dan kemandiriannya juga turut serta meningkat. Namun perlu diingat bahwa perkembangan setiap anak berbeda dan mereka juga memiliki tipe gaya belajar masing-masing, pengaruh genetick tentu juga memiliki peranan, bahkan lingkungan juga berpengaruh.
Salah satu faktor yang mempengaruhi siswa sebagai pembelajar yang aktif dan terus mengembangkan diri adalah rasa ingin tahu. Daryanto dan Darmiatun (2013:71) rasa ingin tahu adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar. Setiap anak tentu memiliki rasa ingin tahu, entah itu tinggi, medium atau rendah. Namun sebagai guru tidak boleh judge ke anak didik yang memiliki karakter cuek (masa bodoh) karena sejatinya, selain karakter bawaan lingkungan yang membuatnya seperti itu. Bisa jadi karena guru yang kurang inovatif membuat anak tidak tertarik untu mengikuti kegiatan.
Kegiatan Sains penting diperkenalkan pada anak usia dini karena multi manfaat. Juariah Adang, 1995 (dalam Nugraha Ali 2005:23) fungsi dalam pengajaran sains dapat menumbuhkan berpikir logis, rasional, analitis, dan berpikir kritis dapat berkontribusi secara signifikan dalam pembentukan potensi-potensi anak. Anak dapat bereksplorasi, investigasi (mengamati, menyelidiki), mengungkapkan pendapat, menyampaikan hasil pengamatan.

Kegiatan sains untuk anak usia dini sangat beragam dan mudah diaplikasikan. Pilih alat dan bahan yang mudah dicari dan tersedia di sekitar kita. Siapkan alat dan bahan yang cukup, sehingga semua anak bisa melakukan kegiatan main bersama tanpa harus menunggu, dengan menunggu akan memunculkan kebosanan pada diri anak sehingga bisa mengurangi rasa ingin tahunya.
Dari setiap kegiatan sains yang pernah saya lakukan, ketika saya membawa berbagai macam alat dan bahan, anak-anak sudah tertarik (bu guru membawa apa, untuk apa, banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan anak) namun kita tetap harus tenang dan memupuk rasa ingin tahu anak. Tiba saat bermain sains baru kita perkenalkan alat dan bahannya, ajak semua anak melakukan kegiatan main bersama-sama, tidak perlu mendemonstrasikan di awal,guru cukup memberi arahan dan beri kesempatan anak untuk mencari tahu apa yang akan jadi tujuan dari sains tersebut. Ingat, guru adalah fasilitator. Dari kegiatan main sains rasa ingin tahu anak dipupuk perlahan melalui tahapan-tahapan sains yang dilakukan.

Contoh-contoh kegiatan sains:
1. Membebaskan Erupsi gunung meletus
2. Terapung tenggelam melayang
3.Menanam dan merawat tanaman
4.Tornado dalam botol
5.Kapilaritas dengan sawi putih
6.Lava lamp
7.Balon mengembang
8.Perahu tenaga mesin, dll
Dengan kegiatan main sains, anak dibuat tertarik dari awal hingga akhir kegiatan, mulai dari alat dan bahan yang digunakan, kemudian ketika dia mencoba melakukan, belum tentu langsung berhasil maka adanya pengulangan, hingga menemukan hal baru. Dan inilah yang dapat meningkatkan rasa ingin tahu anak, dibalut dengan kegiatan yang menyenangkan dan menarik melalui sains.



