Penulis : DWI NURSANTI,S.Pd
TK ABA 2 BOJONEGORO.
Bojonegoro-harianjatim.com.Perkembangan Anak Usia Dini adalah Proses perubahan secara terus menerus anak dengan melalui pertumbuhan dan belajar,untuk mencapai atau meraih masa keemasan (golden age) / dimana pada masa ini anak mulai peka terhadap lingkungan, hal ini bisa dibilang sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun.
Kegiatan ini dapat dilakukan melalui pemberian rangsangan atau stimulus dalam rangka membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohaninya. Di samping itu, pendidikan anak usia dini lebih mengedepankan dan dianjurkan belajar seraya bermain, dimana dalam usia ini anak tidak boleh dituntut harus bisa melainkan paling tidak tahap pengenalan terlebih dahulu, sehingga pada usia selanjutnya anak tidak akan merasakan titik jenuh atau kebosanan dalam belajar. Dalam ( tersebut, salah satu tujuan umum adalah

“Pembentukan Karakter”
Salah satu upaya menanamkan karakter pada Anak Usia Dini, melalui peduli lingkungan bagi anak, melalui kegiatan pembelajaran berkebun. Berkebun merupakan suatu kegiatan yang dilakukan di alam terbuka atau di luar kelas caranya dengan mengajak anak, antara lain bercocok tanam, mengenal tumbuh-tumbuhan, dan cara merawat tanaman dengan baik.
Kegiatan berkebun memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi dan mengamati lingkungan sekitar serta diberi kebebasan untuk mengembangkan imajinasi dan dijadikan sarana untuk belajar sambil bermain (Sutrisno & Harjono, 2005). Hal itu didukung dengan penelitian bahwa kegiatan berkebun dapat dijadikan sarana untuk bermain yang dapat mengembangkan kecerdasan naturalistik serta memupuk rasa tanggung jawab dan melatih kesabaran anak (Herdianing, 2014).
Kegiatan berkebun merupakan kegiatan yang menyenangkan, dengan berkebun secara tidak langsung diajarkan mengenai ilmu tentang siklus hidup tanaman serta mendapat pengalaman tentang keajaiban hidup benih (Herdianing, 2014). Sutrisno & Harjono (2005) juga berpendapat bahwa kegiatan berkebun adalah kegiatan menanam tumbuhan yang sekaligus dapat secara langsung memperoleh pengetahuan tentang kehidupan tumbuhan dan keterampilan psikomotorik dalam menanam tumbuhan. Tanggung jawab dalam merawat tanaman, menyiram tanaman setiap hari, serta mengamati perkembangan tanaman juga merupakan bagian dari kegiatan berkebun.
Kegiatan berkebun menjadi salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan fisik motorik anak. Anak dibiarkan untuk mengeksplorasi benda-benda disekitar anak dan berimajinasi, selain itu dengan berkebun dapat belajar sambil bermain dengan teman-teman sehingga tidak merasa bosan dan dan aktif dalam kegiatan. Tangan, kaki dan tubuh anak bergerak sesuai fungsinya masing-masing, sehingga tujuan dari kegiatan tersebut dapat terpenuhi, yaitu adanya pengaruh kegiatan berkebun terhadap perkembangan fisik motorik anak.



