Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com – Ketua Lakpesdam Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Paiton Probolinggo, Ponirin Mika menegaskan, generasi muda Islam harus memiliki ilmu agama atau keislaman yang baik. Jika tidak, maka akan terseret kepada radikalisme dan sekularisme. Hal ini disampaikan saat mengisi Pondok Ramadan siswa kelas X dan XI di SMA 1 Negeri Paiton. Rabu (29/03/23)
Pasalnya, generasi muda akan mudah mengikuti tren baru, baik itu berkait dengan ajaran agama, lebih-lebih yang bersifat budaya.
“Jika generasi muslim tidak belajar dan terus meningkatkan pemahaman agama Islam, bukan mustahil cara berfikir, sikap maupun keyakinannya akan mengikuti orang-orang yang anti agama ataupun orang yang memisahkan urusan dunia dan akhirat,” sambungnya.
Radikalisme dan Sekularisme ini racun bagi generasi muda Islam. Sebab, kata Ponirin, dengan paham itu akan menyebabkan sikap keagamaan seseorang akan melenceng jauh dari ajaran Rasulullah SAW.
Sejalan dengan ajaran Rasulullah adalah paham keagamaan yang di miliki nahdlatul ulama (NU), organisasi ini sangat moderat dalam menyikapi keberagaman dan keagamaan yang ada di Indonesia bahkan di dunia.
Pria berkacamata ini pun menyinggung bahwa setiap amal perbuatan yang dilakukan manusia di dunia ada pertanggungjawabannya nanti dihadapan Allah.
“Dalam ajaran Islam setiap amal perbuatan manusia di dunia ini akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti oleh Allah. Tidak ada satupun perbuatan manusia yang terlewatkan hisabnya,” ungkapnya.
Ia mengajak agar generasi muda mengerjakan perintah Allah berupa shalat, puasa dan seluruh yang diperintahkan olehNya.
“Masuklah kepada agama Islam secara kaffah, artinya harus total melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya,” imbuhnya.


