Ketum PBNU Silaturrahim ke Ponpes Nurul Jadid Paiton

  • Bagikan

Reporter : Ponirin Mika

Probolinggo.HarianJatim.Com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merajut silaturrahim ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Acara itu di kemas dengan halal bi halal pengurus PBNU ke beberapa tempat, diantaranya PP. Nurul Jadid, Paiton Probolinggo di Aula PP. Nurul Jadid, Minggu (30/04/2023).

KH. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid di awal sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kedatangan PBNU.

“Sebagai tuan rumah dan warga nahdliyyin, saya sangat bersyukur atas kedatangan tamu dari PBNU,” pungkasnya.

Kiai Zuhri (sapaan akrabnya) juga menyentil soal konflik negara yang tak berkesudahan. Terutama konflik Israel-Palestina. Ia berharap besar agar PBNU bisa merangkul Israel dan menjadikan kawan. Bukan malah memusuhi.

Harapannya, Kata Kiai Zuhri, agar NU bisa menjadi penengah di antara kedua negara tersebut. Tidak hanya berpihak kepada negera yang Muslim saja. Tetapi juga tetap menjaga tali persaudaraan dengan negara non-Muslim.

Selain itu, Kiai Zuhri juga mengusulkan agar PBNU membentuk wadah yang membidani para muallaf.

“Saya berharap, PBNU bisa membuat semacam Muallaf Centre. Supaya kita bisa menyampaikan pesan-pesan Islam kepada mereka sesuai dengan ajaran NU,” usulnya.

Tak berselang lama Kiai Zuhri memberikan sambutan, lalu dilanjutkan pengarahan dari ketua umum PBNU, KH. Yahya Cholil Tsaquf. Ia menyampaikan agenda-agenda yang akan dicanangkan oleh PBNU. Juga kepastian struktur kepengurusan yang sesuai dengan prosedur administrasi PBNU.

“Semua kepengurusan NU, harus mengikuti ketentuan administrasi yang telah ditetapkan. Jangan sampai ada banom NU yang tidak mendapat SK sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Adapun agenda-agenda yang disampaikan, lebih fokus pada kegiatan di ranah ranting. Kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari PBNU ke ranting, tanpa perantara dari banom-banom di atas ranting.

“Ini instruksi langsung dari PBNU, tidak ada perantara. Supaya instruksinya jelas!,” tandasnya.

Agenda-agenda yang dimaksud meliputi dua hal: 1) Keluarga Maslahat; 2) Satgas Keluarga Maslahat. Gus Yahya berharap besar program dapat berjalan dengan baik. Itulah alasan, ia membentuk satgas. Tujuannya supaya setiap kegiatan bisa betul-betul dikawal dengan baik dan tuntas.

“Kalau ada yang butuh apa-apa, sampaikan saja ke satgas,” Imbuhnya.

Acara ini di ikuti 100 peserta terdiri dari perwakilan pengurus NU se-Probolinggo, dan PCNU Situbondo dan Bondowoso. Semua mendengarkan dengan khidmat. Lebih-lebih saat pemutaran video dokumenter yang berisi rekaman suara KH. As’ad Syamsul Arifin yang ditugaskan membawa tongkat oleh Syaikhona Kholil Bangkalan kepada Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. Begitu juga saat sambutan pengasuh PP. Nurul Jadid dan arahan dari ketua umum PBNU.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
proffound fistival 14. Enter address information (edit). 🏖️ ofertas punta cana.