Oleh : Ponirin Mika*
Probolinggo.HarianJatim. Com –Sejak dari kecil saya sudah di NU kan oleh alm bapak saya. Beliau seorang guru ngaji di sebuah kampung bernama Desa Gelaman Kepulauan Kangean yang sangat kental keNUannya. Meski demikian, beliau memiliki pemikiran yang sangat terbuka kepada organisasi yang ada tidak menutup diri berkait dengan sikap saling menghargai satu sama lain. Ia pula menjadi tumpuan para petinggi organisasi keagamaan dalam melakukan komunikasi dan koordinasi.
Melihat bapak saya yang moderat ini, saya sejak dari kecil belajar pada bapak saya berkaitan dengan menyikapi perbedaan ajaran keagamaan di kampung. Ada hal yang saya kenang dari beliau, dulu saat saya kecil selalu di ajak menghadiri tahlilan, kompolan dan bahkan kegiatan keagamaan lainnya. Ada beberapa yang sering saya ikuti yaitu tahlilan, selainnya saya jarang ikut karena waktu itu, saya lebih suka bermain bersama teman-teman.
Karena saya di didik oleh keluarga NU yang memiliki pemikiran terbuka dan tidak inklusif, itulah yang mencetak saya memiliki karakter dan sikap tidak menutup diri pada aliran yang berbeda paham.
Setelah saya di beri kesempatan menjadi pengurus Lakpesdam di MWCNU Paiton saya berjanji akan menjadikan NU sebagai organisasi keagamaan yang mampu beradaptasi dengan isu keagamaan yang berkembang. Tentu dengan karakter NU yang sudah menjadi ketentuan dari qonun NU yang ada.
Janji KeNUan ini terus saya pupuk pada setiap saat. Apalagi ajaran NU itu sama seperti yang diamalkan di Pondok Pesantren.
NU harus menjadi organisasi yang dinamis dalam gerakan dan pengabdiannya. Tanpa menghilangkan paham pemikiran KeNUan yang telah di buat oleh para ulama NU sebelumnya.
Banyak kegiatan yang harus dilakukan oleh pengurus NU, tidak hanya kegiatan keagamaan, melainkan pula bergerak dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan bidang lainnya. Dalam beberapa kegiatan, saya yang saat ini ditunjuk sebagai ketua Lakpesdam MWCNU Paiton yang saya jabat selama dua periode berjalan, kami di Lakpesdam tengah melakukan kerjasama dan berkolaborasi bersama organisasi kepemudaan dari organisasi keagamaan yang berbeda, dan juga organisasi keagamaan yang ada di Paiton. Walaupun hanya beberapa organisasi keagamaan saja yang masih bermitra dengan kita. Tentu yang seharusnya bisa membawa kepada kemaslahatan umat dan bangsa.
*Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton Probolinggo dan Anggota Community of Critical Social Research.


